Nasya
  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 25, 2020
WpInfo
Non-Fiction
real life story Cuaca Bandung cukup cerah malam ini, tidak seperti kemarin malam turun hujan lebat dan baru berhenti ketika subuh menjelang. Suara bising lalu lalang kendaraan dan dingin nya malam ikut menemani fikiran nya yang sibuk berkelana, rambut tebal hitam legam nya ia biarkan tergerai indah tertiup angin. Berkali kali helaan nafas panjang ia hembuskan, sekedar melepas rasa sesak yang sedari tadi membelenggunya,
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Restart In Italy
  • Hujan tanpa Awan
  • ABIAN HALA
  • Bandung dan Semua Yang Tertinggal [TAMAT]
  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • Behind After
  • SARAY(U) [Completed]
  • Preman Sekolah Jatuh Cinta (PINDAH KE DREAME)
  • Fake Love ✔

[ COMPLETED & PRIVATE ] Kepercayaan Vanya terjun bebas ke bawah setelah melihat Alex bermain dengan wanita lain. Bukan hanya kepercayaan, kasih sayang, kesetiaan, rasa Cinta yang melekat, semuanya pupus perlahan. Jauh-jauh ke Spanyol dan melihat kejadian seperti itu dengan sangat jelas Vanya hancur sejadi-jadinya malam itu, melarikan diri ke club malam dan minum berkali-kali, sampai ia mabuk berat karena kadar alkohol yang tinggi Dan bertemu Raymond, awalnya Vanya pembuat susah bagi Raymond. Vanya hanya akan selalu Menyulitkan bagi Raymond. Alex yang selalu mengejar Vanya untuk meminta balikan, tapi hati Vanya selalu menolak dengan otaknya yang terkadang setuju. Vanya bimbang. Ragu. Bingung. Dan Raymond yang sulit dibaca. Vanya memutuskan untuk mengulang semua dari awal di Italy, biarkan hati ini luka, dengan goresan yang mendalam dan ketidakmampuan dirinya sendiri untuk mengobati luka itu. "Itu memang benar adanya, tapi aku sudah terlanjur, terlanjur lewat dari batas kehidupanku." terjadi jeda sebentar, "Dan menetap di kehidupanmu." tatapan mata lawan bicara nya tidak pernah lepas dari manik mata Vanya. Dia tidak pernah sekalipun berpaling. Dan Jawabannya yang sangat tegas. Dengan sekuat tenaga, Vanya berusaha menahan air matanya agar tak tumpah lagi di hadapan cowok itu, walau nada bicaranya sudah gemetar. "Kalau begitu keluar. Keluar dari kehidupanku." ©copyright 2016 by Bigwhiteroom

More details
WpActionLinkContent Guidelines