My Last Mission

My Last Mission

  • WpView
    LECTURAS 3
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, sep 24, 2020
Rifan (16), seorang remaja kelas 2 SMA yang sangat pendiam, cuek, berfikir negatif kepada sekitar dan sangat tidak peka terhadap lingkungannya. Dia memiliki sebuah misi untuk mencari keberadaan ibunya yang sudah menghilang sejak 8 tahun lalu. Dia tidak pernah meminta bantuan temannya, karena menurutnya itu adalah hal yang sia-sia. Telah banyak cara yang telah dilakukan oleh Rifan untuk mencari informasi tentang keberadaan ibunya, Tapi hasilnya nihil. Suatu ketika dia bertemu dengan seorang gadis yang berhasil merubah hidupnya sampai 180 derajat.
Todos los derechos reservados
#15
malas
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Be Yours
  • Stay here
  • Ares✔ [Proses Revisi]
  • Gebetan (Crush) [COMPLETED]
  • Cuek Tapi Romantis [Dreame/Innovel]
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • ELFATHAN
  • Married With Cold Boy
Be Yours

"kenapa si vin? Kamu jahat banget! Aku salah apa? Gak ada cowok lain yang bersikap begitu kepacarnya sendiri!" ucap Risa yang lebih terdengar seperti isakan, karna pipinya sudah banjir dengan air mata. Risa menyeka air matanya lalu ia tertunduk mengingat sekilas bagaimana Ervin waktu itu menembaknya. "pa-padahal du-dulu kamu, yang ajak aku pacaran duluan!" Ervin hanya memandangnya tanpa minat, lalu melipat tangannya didadanya. "gak semua cowok yang ngajak pacaran itu bermaksud baik. Terutama gue!" ujar Ervin Risa langsung mengangkat wajahnya, menatap Ervin dengan bingung. "maksud kamu?" tanyanya tak mengerti. Ervin tersenyum miring, lalu ia mencondongkan tubuhnya kewajah Risa. "maksud gue..." ucapnya terpenggal lalu ia mengelus pipi Risa, membuat tubuh Risa menegang. Lalu Ervin mendekatkan bibirnya ketelinga Risa dan melanjutkan ucapannya. "gue pacaran sama lo, karena gue benci sama lo dan gue mau liat lo menderita!" Bagaikan kehilangan inhaler saat Risa sedang sekarat, begitu lah kondisinya sekarang sekujur tubuhnya membeku dan tak dapat digerakkan saat mendengarkan ucapan yang baru saja masuk kedalam telinganya. Ervin menegakan badannya dan melihat ekspresi Risa yang membatu dengan raut wajah terkejut, Ervin langsung pergi meninggalkan Risa sendiri.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido