amer·ta

amer·ta

  • WpView
    Leituras 116
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, out 8, 2020
WpInfo
Não Ficção
Amerta (Sanskerta: amṛta; Devanagari: अमृत) dalam mitologi Hindu dan mitologi Buddha, adalah minuman para Dewa yang dihasilkan dari mengaduk-aduk samudra. Ceritanya terdapat dalam kitab Adiparwa. Kata amerta secara harafiah artinya adalah "ke-tidak-mati-an" dan berasal dari akar kata merta yang berarti maut. Sedangkan dalam KBBI amer·ta 1 tidak dapat mati; 2 abadi; 3 tidak terlupakan. amer·ta pada buku ini adalah kumpulan cerita pendek yang setiap chapternya tidak saling berhubungan karna memiliki pemeran serta pengisahan yang berbeda-beda. Tidak ada waktu yang salah, tidak ada rasa tanpa makna, tidak ada nyata yang mengada-ngada. Selamat membaca!
Todos os Direitos Reservados
#132
amerta
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Yang Amerta di Dalam Aksara (HIATUS)
  • Hai, Angkasa! [COMPLETED]
  • Refleksi
  • The Last Birthday With You
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • SEMESTA TAK AKAN MEMBENCI KITA YANG PERGI
  • ᑲіᥒ𝗍ᥲᥒg уᥲᥒg mᥱᥒᥙᥒggᥙ sᥱ᥆rᥲᥒg ᑲᥙᥣᥲᥒ
  • I LO(lea)VE YOU! [COMPLETED]
  • Behind Bullying [END]

Kiran, seorang penulis muda yang jiwanya terperangkap dalam labirin kenangan. Dua tahun setelah kepergian Samudera, kekasihnya, dalam sebuah kecelakaan tragis, Kiran tak lagi menulis untuk dunia, melainkan hanya untuk satu pembaca; Samudera sendiri. Ia memahat setiap tawa, setiap tatapan, ke dalam aksara-aksara yang tak pernah ia terbitkan, menciptakan sebuah 'amerta'─keabadian─pribadi di mana samudera tak pernah benar-benar mati. Buku-buku usang, pena yang setia, dan aroma tinta adalah saksi bisu ritual nya, mengubah kamar menjadi sebuah tempat bagi masalalu. Namun, pengabdiannya pada kenangan mulai menggerogoti kehidupannya yang sekarang. Keluarga Kiran resah, teman-teman nya perlahan mulai menjauh, dan dunia menyusut menjadi sempit, hanya berputar pada poros Samudera. Ia seperti hantu yang melayang di antara baris-baris kalimatnya sendiri, menolak untuk bergerak maju. Hingga suatu hari, sebuah undangan pameran kaligrafi yang mulanya ia abaikan, secara tak terduga mempertemukannya dengan Arjuna, seorang seniman kaligrafi misterius dengan mata sekelam tinta cina dan tangan yang seolah menari di atas kertas. Arjuna, dengan caranya sendiri yang unik, tampak mampu menembus lapisan-lapisan aksara yang Kiran tulis, bukan sekedar membaca kata, melainkan merasakan emosi dan memori di baliknya. Interaksi mereka, yang mulanya canggung dan penuh resistensi dari Kiran, perlahan membuka celah pada benteng kesendirian yang ia bangun. Arjuna bukan pengganti Samudera, melainkan sebuah cermin yang memaksa Kiran melihat bahwa 'amerta' sejati bukanlah sebuah penjara kenangan, melainkan kemampuan untuk membiarkan kenangan hidup di dalam hati, tanpa harus menghentikan denyut kehidupan. Kiran harus menghadapi pertarungan terbesarnya; melepaskan genggaman pada masalalu yang abadi dalam aksara, demi merangkul masa kini yang menjanjikan 'amerta' dalam bentuk lain─kehidupan itu sendiri, dengan segala luka dan kemungkinan indahnya.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo