KASAT
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 24, 2020
Cerita ini hanya fiktif belaka, dibuat untuk memenuhi tugas sekolah pelajaran bahasa indonesia, Bu Laila Mohon maaf kalau ceritanya tidak berkenan dihati para pembaca, selamat membaca dan terimakasih ya atas perhatiannya.. Alur Di malam gelap, turunlah Hujan Badai. U terbangun, ia pun meranjak tinggalkan dipan dan keluar dari dipannya. Menuju dapur untuk menyuguhkan air untuk diminumnya. Kala itu U sendirian d rumah sedang Ayah dan Ibu nya keluar kota untuk berbisnis. Mereka pulang satu bulan sekali untuk menjenguk U. Namun sudah 3 bulan U tidak didatanginya. U yang pada saat itu masih berusia 6 tahun hanya tinggal bersama bibi A. Bibi itu sudah seperti Ibu nya sendiri karena sejak kecil U dirawat oleh bibi. U tau, ia punya Ayah dan Ibu, tapi U merasa bibi A yang seperti Ibu sekaligus Ayah baginya. Bibi juga tidak tahu mengapa Tuan dan Nyonya besar belum menjenguk Nona U. Meski U tidak menanyakan alasan Ayah dan Ibu nya tak berkunjung sudah 3 bulanan, Bibi membuat alasan bahwa Tuan dan Nyonya mendapatkan banyak pekerjaan. U pun tak memepedulikan itu, hanya kata "iya" yang keluar dari lisannya. Bibi A bersyukur karena U yang mengerti kondisinya saat itu namun Bibi A tak tahu alasan pasti mengapa kata "iya" selalu diucapkan oleh U. Plot
All Rights Reserved
#178
tugas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JAM 3 SORE
  • Dibalik Pintu [Bts Horor]
  • Bayang Dibalik Hijab (Ending)
  • Ibu Susu untuk Bayi Gaib
  • PENYEMBAH SETAN [COMPLETED]
  • KINARA
  • "Bisikan Senior di Lorong Sunyi"
  • Loving Like The Sun

JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTE SETELAH MEMBACA‼️ 🌥️🌥️🌥️ Jam tiga sore. Hujan turun pelan-pelan. Langit kelabu, suara kelas yang riuh, dan satu orang yang selalu duduk di belakangnya. Berisik, nyeleneh, dan nyebelin. Tapi entah kenapa Naya tak pernah terganggu sedikit pun. Naya tidak tahu kapan tepatnya Aksa mulai masuk ke pikirannya. Mungkin sejak kertas origami berbentuk kodok itu muncul atau tulisan miring Aksa yang berkata "Ini nggak bisa menggonggong, tapi bisa lompat ke hatimu." Awalnya dia mengira Aksa hanya cowok absurd yang suka gambar bebek pakai helm di dinding toilet sekolah. Tapi lama-lama... langkah kakinya jadi yang paling ia kenali. Diam-diam jadi yang paling ia tunggu. Mereka bukan kisah cinta yang gegap gempita. Tidak ada janji manis. Tidak ada gombal yang bikin meleleh, hanya obrolan aneh yang bisa membuat rindu terus bertahan. Membuat perasaan tumbuh seperti hujan-pelan, tapi pasti meresap. Kisah mereka cuma tentang momen-momen kecil yang ternyata besar. Tentang sosok yang nggak sempurna, tapi justru bikin dunia seseorang terasa lebih hidup. Tentang pertemuan yang tak disengaja, kenangan yang tak bisa hilang, dan jarak yang kadang hadir bukan karena ruang, tapi karena waktu dan keberanian yang tertunda. *********** Selamat menelusuri jejak rasa yang tak pernah benar-benar pergi. Selamat membaca-semoga kamu temukan dirimu di sela-sela kisah ini. Jangan lupa tinggalkan jejakmu-vote, komen, dan bagikan kisah ini agar rindu tak hanya menjadi milik kita ❤️ NOTE : DILARANG PLAGIAT‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines