We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
About You

About You

  • WpView
    Reads 180
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 7, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
{Follow dulu sebelum baca ya!!} " hm......ini cara ngeditnya gimana sih, aduh pusing....." Gumam sita sambil terus fokus dengan laptop yang ada di depannya ,sementara itu ada sepasang mata yang terus mengawasinya "Mata yang cantik" bisiknya sambil tersenyum memandang seseorang dari jauh. "Andai aku bisa memilikimu"bisiknya hampir tak terdengar "Siapa dia? Kenapa terus memandangku?" Gumam sita "astaga kenapa hanya mata saja yang terlihat" keluhnya lagi. Apakah yang akan terjadi selanjutnya... Yuk simak kisah mereka....
All Rights Reserved
#19
beasiswa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear, Mr. Duda
  • Dear Husband [TAMAT]
  • Ciko and Devany
  • Disguise... [END]
  • Ardi & Ara [End]
  • COOL BOY VS BAD GIRL
  • ꜱᴏʀʀʏ ɪ ʟᴏᴠ�ᴇ ʏᴏᴜ :)  (Tamat)
  • C I N (T) A (COMPLETE)
  • Sahabat atau Pacar [TAMAT]

Cerita sudah tamat! Sudah tersedia versi Audio Book Pogo ya teman-teman :) Sinopsis, "Biar saya lihat," gumam Pak Adam membuat Alara terperanjat kaget tiba-tiba melihat dosennya sudah ada di sebelahnya. Mata teman-teman Alara kini menatap Alara penasaran. "Apa yang kalian lihat?" tanya Pak Adam dengan suara menggema membuat setiap mahasiswa kembali fokus ke ujian mereka masing-masing. Tak lama, pria itu kembali menatap Alara. "Saya ingin lihat lembar ujian kamu." "S-saya belum selesai, Pak." "Tidak apa-apa. Kemarikan!" titahnya seakan tidak ingin dibantah. Perlahan Alara memberikan kertas tersebut dengan tangan bergetar. Adam menatap lembar jawaban istrinya dengan seksama sebelum mengoyak kertas jawaban itu membuat mata Alara seketika melebar. Ia segera berdiri dan kembali mendapat atensi dari teman-temannya. "Apa yang Bapak lakukan?!" serunya tidak percaya lalu mengutip kembali kertas ujian yang berserakan. Adam mengabaikan seruan Alara lalu menatap setiap mahasiswa yang kini menatapnya takut dan berkata. "Jika sekali lagi saya temukan kalian berbuat curang seperti Alara, tidak satu pun dari kalian yang akan lulus ujian saya." Mata Adam lalu beralih pada Alara yang nyaris menangis di tempat. "Sekarang kamu keluar dari ruangan saya." Lihat saja! Dia tidak akan membiarkan pria itu tidur bersamanya nanti malam. **** Baca, hayati, rasakan, karena ini bukan kisah dengan sejuta konflik. Ya, ini hanya kisah tentang Alara dan Adam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines