ACA
  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 28, 2020
Saat lisan berkata memaafkan, bukan berarti hati juga ikut memaafkan. Hanya saja saya tidak ingin menjadi Hamba-nya yang durhaka, ketika sang Pencipta maha pemaaf, masa saya yang hanya seorang hamba-nya tidak mau memaafkan.
All Rights Reserved
#13
ikhwan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kupinang Kau Dengan Sholawat (END)
  • Lentera Hatiku
  • WANITAKU,HUMAIRA [TAMAT]
  • AZALEA
  • because Alloh
  • KIAN | ✔
  • Mengagumimu
  • Assalamualaikum Pak Ustadz
  • Cinta Suci Zahra✓
  • Titik Terang

LENGKAP [ BLURB ] Memang ya ... jodoh itu misterius. Terkadang .... Yang dicintai malah melukai. Yang diharapkan malah meninggalkan. Dan yang ditunggu-tunggu, justru tidak ditakdirkan 'tuk bersatu. "Keputusannya meninggalkanku mungkin juga karena ia tak sanggup menunggu." - Muhammad Irfan Maulana. "Adek menikah dengan abang bukan karna ingin foto mesra berdua atau buat video romantis terus diumbar di sosial media, bukan. Adek hanya ingin, bimbing adek menjadi wanita sholehah yang lebih baik. Ajak adek untuk semakin taat untuk mencapai ridho-Nya. Ajak adek untuk menuntut ilmu syar'i. Karena bagi adek, keharmonisan tak perlu diumbar, seindah apa pun itu. Nggak semua privasi harus dipublikasi, kan?" - Iski Aisyah. "Itu salahku, aku terlalu dibutakan sampai tak tahu statusnya adalah istri orang." - Fazal Murod. "Tunggu abang dan anak-anak di surga. Assalamu'alaikum, Anna Uhibbuki Fillah." - Fani Faisal. Salam : Fani Faisal dan Iski Aisyah Kupinang Kau dengan Sholawat Hanya cerita fiksi yang terlahir dari imajinasi. ©2019 Tamat : 27 Mei 2019 Cover by Canva Revisi ©2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines