Hi, Ghost Friend!

Hi, Ghost Friend!

  • WpView
    Reads 144
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 2, 2022
WpInfo
Fiction
Horror
Menyayangi seseorang itu wajar. Tapi bagaimana dengan menyayangi sesosok yang tak kasat mata? Sesuatu yang mustahil dan tak masuk akal. Tapi bagi Laura, itu juga hal wajar. Laura Nela, gadis yang memiliki kelebihan yakni mampu melihat apa yang tak dapat dilihat oleh manusia biasa. Kemampuan itu sudah ia miliki sejak ia kecil, namun ketika dia menginjak usia 15 tahun kemampuannya itu hilang, alhasil dia dapat hidup seperti manusia pada umumnya, yang dulu bermain bersama makhluk-makhluk tak kasat mata tapi tidak ketika dia menginjak usia 15 tahun. Dia bisa bermain dengan teman sebayanya tanpa rasa was-was akan bertemu makhluk-makhluk itu. Namun, semua berakhir setelah 2 tahun. Entah apa yang terjadi, sesuatu tiba-tiba menyerangnya. Makhluk-makhluk itu kembali. Tapi bukan cuma itu. Sesosok makhluk tak kasat mata berhasil membuatnya nyaman. Namun kenyamanan itu hanya sementara, karena berganti dengan luka. 'Hi, Ghost Friend!'
All Rights Reserved
#60
laura
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • No Soul : Beyond The Gate
  • [Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT]
  • Summer Triangle  (Revisi)
  • Rumah Tanpa Atap
  • Gadis Kecil dengan 5 Teman Bermain Tak Kasat Mata
  • Hana's Indigo (True Story) ( Repost Ulang Sampai Tamat )
  • Setelah Koma
  • Ketika Cahaya Menyapa

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines