MIRROR

MIRROR

  • WpView
    Reads 225
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 29, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Kasih aku waktu tiga bulan" ucap Naila penuh keyakinan. "Kamu cukup kasih aku waktu tiga bulan buat balikin sisi kamu yang dulu. Aku janji, tiga bulan. Gak akan lebih dari itu. Kamu bisa pegang kata-kata Ku." Beberapa detik, hanya diisi keheningan. Tatapan pria itu masih sama-tenang, dingin, memojokan. Naila mulai gelisah. Takut jika kali ini dia akan gagal lagi untuk meyakinkan pria itu. "Kalo kamu ngerasa," "Lima." jawab pria itu datar. "Ha??" Naila diam, terkejut karena tiba - tiba pria itu mau bicara dengannya. "Oh, enggak. Aku gak butuh waktu selama itu buat," "Waktu kamu lima detik." "Lima detik, buat balikin Stella. Bisa?" Nama itu masih menampar Naila setiap kali disebut. Tubuh Naila membeku. Lima detik? Kata-kata itu seperti pisau dingin yang ditarik perlahan di dadanya. "Bahkan melihat wajahmu saja sudah cukup membuat saya muak." "Pergi." "Menjauh seperti tiga tahun lalu saat kamu lari tanpa penjelasan. Kemana saja, saya tidak peduli. Asal bukan di dekat saya, bukan di dekat orang-orang saya... atau orang-orang yang Stella sayangi." "Bisa?" tanya pria itu lancar. Seperti tidak merasa bersalah sama sekali. Naila terdiam. Bahkan setelah pria itu berbalik pergi meninggalkan dirinya sendirian di pemakaman. Gadis itu masih diam.
All Rights Reserved
#2
coldman
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Maafkan Aku
  • Arsyilazka
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • Revenge [End]
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • EGALITER: Twinflame Life Lessons
  • Dear Future (new version)
  • Dejarte
  • SEBENING CINTA (TAMAT)

"Naura, sebenarnya aku menyimpan sebuah perasaan lebih di balik persahabatan kita. Aku tak ingin kau mengetahuinya, karna aku takut kau akan menjauhiku. Aku senang sekali, saat kau mendapatkan seseorang yang lebih baik dari aku. Aku melihat kau bahagia dengannya. Seandainya diriku yang disampingmu sekarang. Tapi apa boleh buat, takdir berkata lain. Namun, tak ada penyesalan bagiku, aku bahagia karna kau sudah bahagia sekarang. Bye, I love you" -Chiko- "Suka duka kita lalui bersama. Aku sangat merindukan saat kita tertawa bersama. Apakah kau tidak merindukan hal itu? Hal kecil, namun indah. Jika kau merindukannya, kembalilah padaku. Aku berjanji, takkan melupakan dirimu lagi. Aku tak mau kehilanganmu. Andai waktu dapat diputar kembali, pasti sekarang aku dapat tertawa bersamamu lagi. Maafkan aku. Aku tahu, aku memang salah. Chiko, I miss you." -Naura-

More details
WpActionLinkContent Guidelines