Story cover for MIRROR by rerehexe_
MIRROR
  • WpView
    LECTURAS 208
  • WpVote
    Votos 11
  • WpPart
    Partes 8
  • WpView
    LECTURAS 208
  • WpVote
    Votos 11
  • WpPart
    Partes 8
Continúa, Has publicado sep 25, 2020
"Kasih aku waktu tiga bulan" ucap Naila penuh keyakinan.

"Kamu cukup kasih aku waktu tiga bulan buat balikin sisi kamu yang dulu. Aku janji, tiga bulan. Gak akan lebih dari itu. Kamu bisa pegang kata-kata Ku." 

Beberapa detik, hanya diisi keheningan. Tatapan pria itu masih sama-tenang, dingin, memojokan. Naila mulai gelisah. Takut jika kali ini dia akan gagal lagi untuk meyakinkan pria itu.

"Kalo kamu ngerasa," 

"Lima." jawab pria itu datar.

"Ha??" 

Naila diam, terkejut karena tiba - tiba pria itu mau bicara dengannya. 

"Oh, enggak. Aku gak butuh waktu selama itu buat,"

"Waktu kamu lima detik."

"Lima detik, buat balikin Stella. Bisa?" 

Nama itu masih menampar Naila setiap kali disebut.
Tubuh Naila membeku. Lima detik? Kata-kata itu seperti pisau dingin yang ditarik perlahan di dadanya. 

"Bahkan melihat wajahmu saja sudah cukup membuat saya muak."

"Pergi."

"Menjauh seperti tiga tahun lalu saat kamu lari tanpa penjelasan. Kemana saja, saya tidak peduli. Asal bukan di dekat saya, bukan di dekat orang-orang saya... atau orang-orang yang Stella sayangi." 

"Bisa?" tanya pria itu lancar. Seperti tidak merasa bersalah sama sekali.


Naila terdiam. Bahkan setelah pria itu berbalik pergi meninggalkan dirinya sendirian di pemakaman. Gadis itu masih diam.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir MIRROR a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#591stella
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
BUNGA KEMBALI cover
ALDIR cover
Maafkan Aku cover
Arsyilazka cover
Dear Future (new version) cover
Vira Ayunda[On Going]Revisi✓ cover
SEBENING CINTA (TAMAT) cover
EGALITER: Twinflame Life Lessons cover
Vivi Nireesa 2 (Completed) cover
Azkiya Puteri Prayoga cover

BUNGA KEMBALI

101 partes Concluida

Mereka adalah saudara, mereka mencintai perempuan yang sama Malam itu, hujan turun dengan derasnya, membasahi jalanan yang sepi. Di balik jendela kamar yang temaram, seorang gadis duduk bersandar, matanya menatap kosong ke arah langit kelabu. Napasnya berat, pikirannya penuh. Hujan seakan mengerti perasaannya-dingin, gelisah, dan penuh ketidakpastian. Jauh di sudut kota, seorang pria berdiri di depan pintu apartemen, ragu untuk mengetuk. Tangannya mengepal, menggenggam sesuatu yang tak kasatmata-sebuah harapan, atau mungkin sekadar kenangan yang enggan ia lepaskan. Dulu, segalanya terasa sederhana. Kini, hanya ada jarak, kebisuan, dan perasaan yang tak lagi bisa mereka definisikan. Di tempat lain, seorang lelaki menatap bayangannya sendiri di cermin. Mata yang dulu penuh gairah kini menyimpan kehampaan. Cinta yang ia genggam dulu, kini terasa seperti pasir yang perlahan menghilang di antara jemarinya. Mereka bertiga, terikat oleh kisah yang tak pernah sederhana. Cinta, kehilangan, pengorbanan-semua bercampur menjadi satu dalam kisah ini. Dan malam ini, takdir mulai menuliskan babak terakhirnya.