Aira Syahla

Aira Syahla

  • WpView
    Reads 1,512
  • WpVote
    Votes 692
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Oct 30, 2020
"Patah tumbuh hilang berganti" mungkin gambaran tersebut jauh lebih baik dibandingkan "Tidak terserap air menggenang" Aira syahla seorang gadis malang, selalu ditimpa masalah. Hidup sebatang kara sejak kecil sudah sangat berat untuk dijalani. Sekolah baginya bagaikan neraka.Aira tidak seberuntung teman-temannya yang lain, ia juga tidak sehits seperti yang lain. Aira hanyalah gadis polos yang selalu dikucilkan oleh temannya. Selalu saja ada masalah menghampiri setiap harinya, sejak ketidaksengajaan masalah yang ia lakukan terhadap sekelompok anak dari orang tua yang memiliki pengaruh di sekolahnya. Tidak ada satupun cara untuk dilakukan agar mereka berhenti menindas selain bungkam atas tindasan... Depresi? Sudah pasti. Tetap saja dunia tidak akan berubah ! Start :01/10/2020 Finish:
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Almost Us
  • Boleh Aku Cerita?
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (Revisi)
  • Perihal Dia Dengan Sejuta Tawa (END)
  • H U R T
  • CHELSEA ALESYA (END)
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • BERLABUH | Pada Siapa? [Belum Revisi]
  • Hiraeth'n
  • ECCEDENTESIAST (COMPLETED)

Kalau ada satu orang yang selalu bikin Aira kesal tiap pagi masuk kelas, jawabannya cuma satu: Arga, si tukang ejek, tukang senyum miring, tukang nyebelin-tapi entah kenapa, hatinya selalu deg-degan tiap cowok itu datang. Bagi Arga, ejekan itu caranya menjaga jarak dari rasa yang terlalu dalam. Karena sesungguhnya, Aira bukan sekadar teman sekolah biasa. Ia adalah gadis kecil bermata sedih yang pernah ia tolong saat jatuh di jalan berlumpur puluhan tahun lalu. Gadis kecil dengan seragam sekolah dan pita merah di rambutnya, yang tersenyum malu-malu dan bilang terima kasih... sebelum akhirnya berlarian ke arah keluarganya yang sepertinya akan pergi meninggalkan rumah. Arga ingat. Aira tidak. Saat mereka dipertemukan kembali di usia dewasa-di sekolah yang sama, di kelas yang sama-Aira sudah menjadi perempuan yang dingin, keras kepala, dan angkuh. Tapi bagi Arga, ia tetap anak kecil yang dulu pernah ia bantu, yang senyumnya pernah membuat hatinya hangat. Arga mengenali Aira,, Arga ingat jelas nama gadis kecil yang ditolongnya dulu dari nama di seragam sekolahnya. Aira kaisha eliana. Jadi Arga memilih satu cara untuk mendekat: ejekan. Setiap ledekan, setiap adu mulut kecil, adalah bentuk rindunya yang lama dipendam. Tapi Aira? Ia terlalu bangga untuk bertanya, dan terlalu tertutup untuk merasakan. Dan ketika cinta sudah hadir di hati Aira, mereka harus berpisah untuk selamanya. Arga hanya menerimanya meski hancur, hanya kata selamat. Lalu pergi. Dan tak pernah kembali. Mereka bukan siapa-siapa. Bukan sepasang kekasih. Bukan sahabat. Tapi pernah saling jatuh cinta diam-diam-dan itu cukup untuk dikenang seumur hidup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines