virus [Short Story]

virus [Short Story]

  • WpView
    LECTURAS 32
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, sep 27, 2020
"udah ku bilang jangan ditatap!" aku hampir saja berteriak pada papa ku dia ini saat yang lain sudah berusaha untuk keluar dari pagar tanpa ketahuan, dia malah dengan enaknya mengintip ke arah lapangan sekolah dengan waktu yang lama!. "papa mau liat ini beneran ttg hal yg kamu blang atau ada pemeriksaan kesehatan" jawab papaku masih berusaha memicingkan mata agar dapat melihat dengan jelas. . . "pa?, turun!" aku melihat ke dalam mata sosok papa ku yang sedang menaiki motor. "kenapa?" "papa kena!, kan sudah ku bilang jangan dilihat!, sekarang turun!!, aku berusaha mendorong tubuh papaku hingga dia terjatuh ke aspal. matanya kini terlihat memerah di sekitar maupun di bola matanya, aku tidak tega, sungguh!, tapi mau bagaimana lagi, tidak mungkin aku mengorbankan seluruh anggota keluarga ku sekarang jika aku kekeuh akan membawa papaku pergi bersama. "jangan Tinggalkan papa!" papa menahan stang motor yang ku ambil alih darinya, matanya benar-benar membuat ku bergidik ngeri, namun ku tahan untuk tidak menghiraukan nya. "tinggalkan kami!!" aku membawa motor pergi, namun sebelum menjauh aku melempar sebuah kain yg sudah dilumuri minyak tanah dan sudah ku bakar ke arahnya. "ku mohon jangan ikuti kami, papa!" di sela kobaran api yg mulai merambat aku dapat melihat dia menangis dengan mata merahnya, aku dan keluargaku lainnya juga melakukan hal yang sama. sambil melajukan motor aku tidak hentinya menangis. aku memberhentikan motor di halaman rumah panggung, setelah berpikir keras, aku merasa tidak mungkin kembali ke rumah karena bisa saja papa pergi ke sana. jadi disinilah kami. baca cerita selengkapnya dg klik timbol baca!
Todos los derechos reservados
#479
yerin
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • TIME will TELL {On Going}
  • Aerilyn
  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • Summer Triangle  (Revisi)
  • Friendzone
  • GADIS (Lengkap belum revisi)
  • AFIKA [ END✔ ]
  • ALSTARAN [END]
  • Sweet Combat
  • LOST MY BREATH (ON GOING)

"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido