Orbit
  • WpView
    Reads 417
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 18, 2021
Dalam astronomi, suatu Orbit atau Garis edar adalah jalan yang dilalui oleh benda langit dalam peredarannya mengelilingi benda langit lain yang lebih besar gaya gravitasinya. Gravitasi melengkungkan ruang layaknya bola melengkungkan karet dan membuat benda di sekitarnya bergerak lurus di area lingkaran. Buat Ara, dalam hidup ini semua objek memiliki Orbit mereka masing-masing, ini bukan cuma soal benda-benda langit yang dipengaruhi gaya gravitasi, tapi juga manusia yang dipengaruhi garis takdir Yang Maha Pencipta. Ini soal bagaimana satu orang dan yang lainnya memiliki lintas kehidupannya masing-masing, yang tanpa sadar mempengaruhi lintas hidup orang lain. Kadang Ara sendiri bertanya, bagaimana sebenarnya Orbit yang harus ia lalui, lintasan macam apa yang terbentang di hadapannya, dan bagaimana berpengaruhnya Orbitnya pada milik orang lain. Sampai akhirnya ia ditempatkan pada garis Orbit Tuhan yang cukup rumit, menghadapkannya pada dua pilihan; Menjadi orang yang kelewat dibutuhkan orang lain atau menjadi orang yang sangat membutuhkan orang lain. Mana yang harus dipilih? "Gue butuh elo, Ra. Cuma elo" - Rasi. "Kapan sih lo sadar, kalau lo butuh orang lain buat hidup, Ra?" - Langit.
All Rights Reserved
#328
x1
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua Jejak (novel teaser)
  • Jika Takdir Telah Ditentukan
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • MENJADI MILIK MENTARI (On going)
  • CEO! • jenlisa [End]
  • Worth Fighting For
  • THREE SOUL (jenlisa)
  • Rest of Us
  • Don't Make It a Wrong Place

Katanya, kadang untuk beranjak dan melanjutkan kehidupan perlu dibantu oleh orang lain... "Aku ngerti, dia berarti banget buat kamu dan kamu nggak bisa dapetin dia, aku tahu. Makanya kamu pilih aku. Waktu kamu ajak aku jalan, aku tahu aku bukan pilihan pertama kamu. Aku udah siap dengan semua konsekuensi itu..." ...Dan menjadi realistis katanya adalah pilihan yang tepat, "Terima kasih sudah menjaga aku tetap waras..." Tapi bukankah, kebahagiaan seharusnya kita yang ciptakan sendiri? "Kinan ingin berterima kasih pada mereka dengan cara berhenti bersedih dan mulai belajar menjadi bahagia tanpa bertumpu dengan orang lain.Kinan tahu ini mungkin nggak masuk akal buat sebagian orang. Tapi Kinan yang paling tahu diri Kinan sendiri. Kapan Kinan harus lari, kapan Kinan harus berhenti." Dan menjadi realistis itu tetap harus jujur dengan perasaan kita sendiri bukan? "Gue pengen memiliki lo bukan karena berkompetisi dengan siapapun. Bukan juga karena gue butuh seseorang di samping gue. Bukan pengen punya seseorang yang bisa gue pamerin ke orang-orang. Jadi jelasin sebelah mananya gue anggap lo barang? Menurut lo selama ini gue ngapain? Apa lo nggak sadar sama sekali?Does he love you better than I do?" Ini adalah bagian akhir dari kisah klasik di antara empat orang yang harus mengurai benang kusut di antara mereka. Karena setiap orang punya ruang khusus untuk untuk seseorang yang sulit untuk digantikan oleh orang lain.Mereka mengukirnya sedemikian rupa hingga tak ada senyawa apapun yang mampu menghapusnya begitu saja.

More details
WpActionLinkContent Guidelines