MENUBA [Tamat]

MENUBA [Tamat]

  • WpView
    Reads 29,104
  • WpVote
    Votes 7,258
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadComplete Tue, Nov 8, 2022
Annawi pernah bertanya pada ibunya mengapa ia dilahirkan dalam keadaan terdoktrin untuk mati perlahan-lahan. Namun ibunya tak memiliki jawaban spesifik mengenai itu. Leukemia yang dideritanya sejak berusia lima tahun jelas menjadi penghambat perkembangan fisik serta pola pikirnya. Tetapi ia tidak pernah bertanya bagaimana penyakit itu diciptakan dan seperti apa rasa sakit itu bila digambarkan. Ibunya selalu bisa menjawab semua itu, ibunya selalu bisa menjadi satu-satunya manusia yang dibutuhkan Annawi bahkan sampai seumur hidupnya. Atau mungkin kalimat 'Hargai setiap detik hidupmu jika tak ingin kehilangan momen tersebut saat kau mati mendadak'. Dan bagaiamana bila seandainya Ann tidak pernah mengidap Leukimia? Bagiamana jika itu semua hanyalah candaan tak berperikemanusiaan? Apakah ia akan sesenang itu memiliki rambut dan tubuh sehat sebagaimana anak perempuan lainnya? Lantas siapa yang harus bertanggung jawab atas Ketersiksaan yang dideritanya selama ini?
All Rights Reserved
#1
sickgirl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝔎𝔢𝔫𝔫𝔞𝔫𝔡𝔯𝔞 𝔡𝔞𝔫 𝔏𝔲𝔨𝔞
  • Bukan Denyut Terakhir, kan?
  • ALLEA: Thank You, Ka!
  • VALERIE (END)
  • Noktah
  • ELANG [Open PO]
  • My Family My Doctor || JENO × JAEMIN✓
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Anna's Secret [END]
  • 𝓐𝓷𝓽𝓪𝓰𝓸𝓷𝓲𝓼 𝓕𝓪𝓶𝓲𝓵𝔂

Dia Kennandra Tanumbara Abriantama, sosok remaja yg menginginkan apa itu bahagia dan cinta dari orang tua. Dia ingin merasa kan cinta dan kasih sayang dari orang tuanya. Namun entah mengapa keinginan yg terdengar sederhana itu sangat sulit ia dapatkan. Dewasa dengan rasa sakit terkadang membuatnya putus asa untuk terus berjalan kedepan. Namun janji ibunya yang sering bermunculan di otaknya membuatnya ingin terus bertahan untuk hidup. Sering dirundung, dijadikan samsak oleh kakak kelasnya, namun dia hanya bisa diam dengan menikmati rasa sakit itu, belum lagi penyakitnya yang harus kambuh dan membuatnya harus dirawat dirumah sakit. Menyedihkan bukan, tapi itu bukan menjadi alasan untuk nya menyerah, bukan? 2 Mei 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines