Story cover for Dari Jendela Smp by ZeyyinAinunnissa
Dari Jendela Smp
  • WpView
    Reads 20,310
  • WpVote
    Votes 376
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 20,310
  • WpVote
    Votes 376
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Sep 26, 2020
Hanya sedetik bibir mereka bersentuhan.karena detik yang lain wulan telah serentak mundur dengan kagetnya.mereka sama-sama jatuh tertunduk.
"kok jogo gitu sih."gumamnya tersipu-sipu. 

"nggak apa,kan? joko coba membela diri. 

padahal dia sendiri sudah merasakan panas dingin.

"tapi kata lili kalau ciuman bisa".

"bisa apa?" 

"hamil!"

"hah?!"

mereka baru berumur 15 tahun masih duduk di bangku SMP.mereka terlibat cinta remaja yang tolol,konyol,tapi assoy.
sampai suatu hari mereka melompat keluar dari jendela smp menginjak bumi terlarang,dan segala yang lucu dari dunia remaja berubah haru.
All Rights Reserved
Sign up to add Dari Jendela Smp to your library and receive updates
or
#230tertawa
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
kisah di sekolah (Berdasarkan Kisah Nyata) cover
Senja cover
Obsesi gila sang Psikopat cover
Alettha cover
VERA DENADIS KEYNA cover
RUMAH SINGGAH cover
Cinta Masa Lalu Tuan Muda cover
Kamu Yang Kusuka cover
Karena Salju Tak Selamanya Dingin cover

kisah di sekolah (Berdasarkan Kisah Nyata)

4 parts Complete

Peradaban jaman maju begitu cepat dan kadang engkau berpikir kalau masa lalu yang sekian tahun lamanya terlewati jika di ingat kembali seperti kejadian yang hanya sebuah bayangan seperkian menit saja dan sekilas seperti sekejap mata, seperti halnya masa SMA yang kata orang adalah suatu kenangan yang tidak pernah terlupakan, selama engkau hidup di sana ada berbagai kenangan yang tidak bisa di ulang dan engkau mungkin saja mendapatkan cinta pertama dan masalah remaja. dalam bayanganku ketika aku mengenakan seragam SMA mungkin masa - masa dahulu waktu SMP tidak mungkin bisa terulang kembali atau malah aku ingin lebih terlihahat dewasa seperti halnya seorang pria yang ingin cepat dewasa dan tidak bergantung pada orang lain, tapi kadang Akupun berkhayal bagaimana rasanya menjadi seorang bocah yang polos mengikuti orangtuanya dengan bahagia. dan berharap hari esok tidak pernah ada.