LATESHIA

LATESHIA

  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 4, 2020
"KENAPA NGGAK ADA SATU ORANG PUN YANG NGERTI GUE? KENAPA GUE SELALU DITINGGALIN? SEBURUK ITUKAH DIRI GUE? GUE GAK MAU GINI AGH--" Gadis itu luruh terduduk di tengah luasnya taman. Kepalan tangannya mengendur. Sorot mata hampa mentap langit gelap tanpa ada hiasan bintang di sekitar. Terlihat dari kejauhan seorang laki-laki berjalan mendekat lalu merengkuh tubuh gadis rapuh di hadapannya. "Gue bakal selalu ada untuk lo." Tak ada suara. tak ada air mata. hanya ada hembusan angin yang mengisi kekosongan mereka.
All Rights Reserved
#309
kasih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love Story Of Sharga & Ahra ✅(Tamat)
  • SISI PANGERAN MAHKOTA [Cheolhan]
  • She's In The Rain; Jung Eunha
  • he is my lover
  • SELANO
  • RAHASIA LAMPU KOTA (✔)
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Maniac Step Brother (18+)
  • Langit untuk Asa
  • RAPUH

Hujan mengguyur bumi pagi itu. Jalanan digenangi air yang terus berjatuhan dari subuh tadi. Tampak gadis bertubuh mungil tengah disibukkan oleh aktifitas seperti biasa. Hujan bukan alasan untuknya bermalas-malasan. Meski rasa mengantuk terus menghantuinya. "Apa yang kau masak pagi ini?", Seseorang dengan suara berat mirip anak laki2 tiba-tiba muncul. Dia mengambil gelas dan menuangkan air untuk diminumnya. "Bisakah kau tidak membuatku terkejut? suara laki-lakimu sangat mengganggu", Sungut si gadis mungil. "Jangan salah kan aku, ini kan memeang biasa terjadi ketika aku bangun tidur, jadi apa yang kau masak?", Kembali gadis bersuara laki-laki itu bertanya. "Mie instan, kau mau?", Si gadis mungil masih sibuk dengan mie instan untuk sarapannya pagi ini. "Kau baik sekali, 1 mangkuk dengan telur ya, terima kasih", Si gadis bersuara laki-laki itu berlalu meninggalkan si gadis mungil sendiri. Ini bukan cerita tentang kehidupan si gadis mungil dan si gadis bersuara laki-laki. Ini kisah tentang salah satu diantara keduanya. Fatima Nayyer Azahra panggil saja Ahra. Gadis mungil yang pendiam, pintar tapi memiliki takdir yang tidak pernah terbayang sebelumnya. Semua baik-baik saja sebelumnya. Dia dikelilingi orang-orang yang begitu menyayanginya. Dia memiliki ibu dan seorang adik laki-laki bernama Hirham Adzan. Ahra juga memiliki 2 sahabat yang selalu ada saat dia sedih maupun senang. Hani Fairuz si gadis bersuara laki-laki itu salah satunya dan Eleanor Clemira. Mereka sudah seperti saudara. Apapun yang membuat Ahra bahagia, Fai dan El ikut bahagia. Begitupun sebaliknya, apapun yang membuat Ahra sedih, Fai dan El juga merasakan hal yang sama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines