Story cover for ketika langit, kau biarkan berkeping-keping by Manikastrajingga
ketika langit, kau biarkan berkeping-keping
  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Sep 26, 2020
"Aku percaya bahwa keabadian hanya sebuah kata.
Maka, berbahagialah mereka yang terkubur dalam sajak-sajaknya"

•saya pikir, sekarang aturan dan politik tengah menghampiri saya.
Disini bagian ini saya berusaha menulis apa apa yang hilang: seperti kebebasan.
Yang tergaruk kuku pemerintah
Mungkin, saya hanya berusaha bunuh diri dengan sajak disini, bunuh diri oleh huruf huruf yang belum terlalu tajam.
•sephia, istilah yang berasal dari tinta cumi-cumi. Saya analogikan kepada  foto, sejarah, pedih yang lama namun 'klise'- dalam arti kasus yang sama tapi belum terselesaikan oleh para aktor istana.
All Rights Reserved
Sign up to add ketika langit, kau biarkan berkeping-keping to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah by akmal1505
25 parts Ongoing Mature
Hanya menuang segala kata dalam hiruk-pikuk kehidupan-merekam apa yang lewat, menuliskan apa yang terlintas, tanpa janji akan kedalaman atau kebijaksanaan. Tidak ada urgensi untuk menjelaskan, tidak ada kepentingan untuk dipahami, sebab dunia sudah penuh dengan orang yang mengira dirinya tokoh utama. Kata-kata berdiri sendiri, mengalir mengikuti arus yang tak selalu jelas arahnya, seperti rapat yang seharusnya bisa diselesaikan dengan satu email. Kadang tajam, kadang datar, sering kali hanya sekadar ada, mengisi ruang seperti iklan yang muncul di saat paling tidak dibutuhkan. Kadang melankolis, kadang sinis, kadang seperti bercanda tapi ternyata menyelipkan sesuatu yang dalam. Hidup ini kadang absurd kadang, ah sudahlah-namun makna di dalamnya juga sering lewat tanpa permisi. Saya pun sadar, tidak semua orang punya waktu untuk membaca sesuatu yang mungkin hanya sekadar refleksi seseorang yang terlalu banyak diam di pojok ruangan, mengamati bagaimana orang-orang tertawa, menangis, lalu pura-pura lupa bahwa mereka pernah melakukan keduanya. Tapi tenang saja, saya tidak akan memaksa Anda untuk membaca sampai selesai-membaca separuh lalu berpikir, "Ah, ini mah nggak masuk akal," juga merupakan bagian dari perjalanan menemukan makna, bukan? Maka, jika pada akhirnya tulisan ini lebih mirip tumpukan halaman tugas yang ditunda dikerjakan sampai tenggat waktu atau coretan iseng di pinggir buku catatan kuliah yang berakhir lebih eksistensial dari esai akademik-saya tidak akan terkejut. Seperti manusia yang mencari hiburan, semua tulisan ini juga mungkin sedang mencari pembacanya yang tepat, atau setidaknya, seseorang yang cukup penasaran untuk bertanya, "Ini cerita isinya apa sih?" sebelum akhirnya menguap dan kembali membuka media sosial. Jika Anda menemukan sesuatu yang berharga di dalamnya, anggap saja saya sedang beruntung. Jika tidak, ya, setidaknya saya sudah menyumbang satu tulisan lagi ke alam semesta ini.
You may also like
Slide 1 of 10
JIWA cover
Dibalik Diam. cover
The Puzzle Of Life cover
ROMANSA KATA cover
Setulus Rasa Untuk Kehidupan cover
Sasmita Nivriti cover
Menanti dalam istiqomah  cover
Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah cover
Evolusi Kata cover
Sekumpulan Sajak yang Berkisah cover

JIWA

30 parts Complete Mature

Seluruh kehidupan batin manusia yang terjadi dari perasaan, pikiran, dan angan-angan itulah yang disebut dengan jiwa -(Namakamu) Tapi aku tidak gila seperti yang kau fikirkan -Iqbaaldr Sebisa ku, kan ku buat hidupmu hancur seperti dulu yang pernah kau lakukan padaku bahkan aku bisa membuatnya lebih hancur lagi -Bastianbs