Ini tentang anak perempuan yang hidup, tapi dimatikan berkali-kali. Keluarganya lengkap namun, komunikasi dan keharmonisannya tidak baik, bentakan, kata kata yang tajam dan menusuk, serta umpatan dan terus dibanding-bandingkan. Kata-kata yang sakit didengar dan menggores hati, banyak tuntutan, dan kekangan, selalu disalahkan karna hal sepele. Tapi, dia hanya bisa menunduk lalu menangis tanpa bisa membantah dan melawan.
-------------------------------------------
Dituntut dewasa oleh usia, dipaksa kuat oleh keadaan, dihukum oleh banyaknya luka dan kekecewaan. Semiris ini jalan hidup seorang Quinnsha Aqeeva Sifabella
-------------------------------------------
"Aku benci hidupku"
"Kau membenci hidupmu karena kau tidak pernah mencintai dirimu sendiri"
"Untuk apa aku mencintai diriku sendiri? Tak ada orang yang mempercayai dan mempedulikanku lagi"
"Aku akan selalu ada untukmu walau mereka berkata 'kau tidak berharga lagi', aku akan selalu bersamamu meski dunia menolak keberadaanmu, aku akan membantumu meski semesta menjatuhkanmu, itu janjiku"
"Iya, aku juga berjanji padamu, aku tidak akan meninggalkanmu, aku akan selalu ada di sisimu, aku akan selalu berada di sampingmu dan aku akan membuktikan janji janjiku"
"Terimakasih untuk semuanya, maaf jika aku selalu merepotkan kalian"
"Kau itu mutiara bagiku bahkan lebih"
"Kau tidak perlu berterimakasih karna apa yang kau lakukan untukku jauh lebih baik dari apa yang ku lakukan untukmu"
-------------------------------------------
"Kita lihat saja nanti, siapa yang akan dipilih oleh Aqeeva"
"Siapapun yang dipilih Aqeeva, itu adalah yang terbaik untuknya"
"Tidak ada pertengkaran antara kita kalau Aqeeva sudah menentukan pilihannya, ingat perjanjian ini"
🌹🍒🚩
"Hidup tak selamanya tentang kalimat, ini semua demi kebaikan mu di masa depan."
─INCHI─
"Sempurna bukan berarti bahagia. Bahagia tak hanya tentang kesempurnaan. Dan sederhana bukan berarti kesengsaraan."
Tiga kalimat yang mengikat kehidupan tiga remaja sebaya, Qiano, Qianzie, dan Qiana. Takdir ketiganya seolah berputar diatas kalimat tersebut.
Tentang Qiano yang selalu mencari kesempurnaan, yang ia pikir sebuah kesempurnaan adalah sebuah kebahagiaan. Hidupnya haus akan kesempurnaan, ia tak akan pernah puas akan hal itu.
Qianzie yang hidupnya sempurna namun terasa begitu kosong. Segala kebutuhan dan keinginan selalu terpenuhi, namun tidak dengan kebahagiaannya.
Qiana, putri konglomerat yang hidupnya sederhana, namun selalu dianggap sengsara oleh banyak orang.
Apa yang akan terjadi dengan ketiganya? Kehidupan tiga remaja dengan nasib berbeda, namun saling terikat oleh benang tak kasat mata.
Ikuti kisahnya, dan inilah mereka.