Story cover for AQEEVA by Iqdhiara
AQEEVA
  • WpView
    Reads 10,297
  • WpVote
    Votes 1,167
  • WpPart
    Parts 43
  • WpView
    Reads 10,297
  • WpVote
    Votes 1,167
  • WpPart
    Parts 43
Ongoing, First published Sep 27, 2020
Ini tentang anak perempuan yang hidup, tapi dimatikan berkali-kali. Keluarganya lengkap namun, komunikasi dan keharmonisannya tidak baik, bentakan, kata kata yang tajam dan menusuk, serta umpatan dan terus dibanding-bandingkan. Kata-kata yang sakit didengar dan menggores hati, banyak tuntutan, dan kekangan, selalu disalahkan karna hal sepele. Tapi, dia hanya bisa menunduk lalu menangis tanpa bisa membantah dan melawan. 

-------------------------------------------

Dituntut dewasa oleh usia, dipaksa kuat oleh keadaan, dihukum oleh banyaknya luka dan kekecewaan. Semiris ini jalan hidup seorang Quinnsha Aqeeva Sifabella 

-------------------------------------------

"Aku benci hidupku"

"Kau membenci hidupmu karena kau tidak pernah mencintai dirimu sendiri"

"Untuk apa aku mencintai diriku sendiri? Tak ada orang yang mempercayai dan mempedulikanku lagi" 

"Aku akan selalu ada untukmu walau mereka berkata 'kau tidak berharga lagi', aku akan selalu bersamamu meski dunia menolak keberadaanmu, aku akan membantumu meski semesta menjatuhkanmu, itu janjiku"

"Iya, aku juga berjanji padamu, aku tidak akan meninggalkanmu, aku akan selalu ada di sisimu, aku akan selalu berada di sampingmu dan aku akan membuktikan janji janjiku"

"Terimakasih untuk semuanya, maaf jika aku selalu merepotkan kalian"

"Kau itu mutiara bagiku bahkan lebih"

"Kau tidak perlu berterimakasih karna apa yang kau lakukan untukku jauh lebih baik dari apa yang ku lakukan untukmu"

-------------------------------------------

"Kita lihat saja nanti, siapa yang akan dipilih oleh Aqeeva"

"Siapapun yang dipilih Aqeeva, itu adalah yang terbaik untuknya"

"Tidak ada pertengkaran antara kita kalau Aqeeva sudah menentukan pilihannya, ingat perjanjian ini"
All Rights Reserved
Sign up to add AQEEVA to your library and receive updates
or
#728kecewa
Content Guidelines
You may also like
Fractured Cheerfulness (On Going) by Baperterussss
24 parts Ongoing
"Lo beneran bego, Fin. Gimana sih, gini aja lo ga ngerti-ngerti?" Satria menggelengkan kepala frustasi. Alfina cuma bisa cengengesan. "Jangan bosen ngajarin gue, ya." Di balik senyum yang tak pernah hilang, Alfina Adzra Wardana adalah anak yang terjebak di antara dua dunia. Dunia di mana dia terlihat ceria, ekstrovert, dan penuh semangat. Tapi ketika bel tanda pelajaran berbunyi, dia lebih memilih untuk menghindar daripada berhadapan dengan angka, rumus, atau teori-teori yang malah bikin pusing. Matematika? Ekonomi? Hanya kata-kata kosong yang dia coba terjemahkan dengan senyum yang terus dipaksakan. Satria, cowok yang dipaksa jadi tutor pribadi Alfina, udah sampai titik frustasi. "Lo bener-bener bego!" katanya, meskipun di balik itu, dia enggak bisa menahan rasa kagum pada dunia Alfina yang penuh warna dan seni. Karena ada satu hal yang Alfina tahu dengan pasti: dunia seni adalah tempat dia bisa bersinar. Setiap goresan kuas di kanvas adalah tempat dia bisa bebas, tanpa perlu penilaian orang lain. Tapi di rumah dan di sekolah, ada satu sosok yang terus dibandingkan dengan Alfina-adiknya Thalita, yang cerdas dan selalu jadi juara kelas. Alfina merasa dirinya selalu kalah. Di balik kebingungannya dan perasaan tak cukup, Alfina mencoba menemukan cara agar bisa berjuang untuk dirinya sendiri. Tapi, apakah itu cukup? Dan di tengah semua itu, apakah Satria, yang frustrasi mengajar, bisa melihat potensi besar dalam diri Alfina yang selama ini dia abaikan? Apakah Alfina bisa melepaskan diri dari bayang-bayang adiknya? Apakah Satria bisa melihat lebih dari sekadar kegagalannya?
You are in my past and my future [END] by HilyaAlyaqolbiyah
115 parts Ongoing
Terkadang apa yang kita lihat di kenyataan yang ada di depan kita belum tentu itu sama seperti masa lalu kita yang masih tersembunyi entah pada siapa. ~jika aku memang bukan berasal dari keluarga ini maka tolong lepas lah aku karena aku butuh waktu untuk menerima kenyataan yang selama ini tersembunyi~tiara andini dirgantara ~orang yang selama ini ku benci ternyata dia yang selalu rela melakukan apa pun demi aku, aku telat menyadarinya hingga saat itu ia akan menghilang selama nya tetapi keajaiban tuhan lah yang memberikan dia keselamatan dan itu seperti tamparan atau perintah bagi ku untuk meminta maaf kepadanya~lyodra ginting dirgantara ~akhirnya aku menemukan mu setelah sekian lama ku selalu mencari mu hingga akhirnya aku bisa memiliki mu, kau bukan lah masa lalu yang ku sesali tapi kau masa lalu yang ku syukuri~anrez adelio revangga ~aku mencintai nya tapi dia tak mencintai ku dan aku tak menyadari bahwa sebenar nya ada yang mengejarku dengan tulus hingga akhirnya dia menyerah dan aku lah yang mengejarnya sekarang, memang benar penyesalan selalu datang di akhir ~riza syah aditama ~kau bukan hanya masa lalu tapi masa depan ku juga~Anrez & Tiara Hallo semua nya 👋🏻👋🏻👋🏻 Wah cerita baru lagi nih buat kalian, Kira kira bakalan ada konflik apa ya? Terus bakalan kaya apa sih ceritanya? kalian ada yang penasaran gak? Kalau ada kalian langsung aja baca dan jangan lupa tinggalin jejak kalian ya disini berupa vote, coment, masukan ke reading list kalian dan jangan lupa juga follow akun ini ya. #anreztiara #tiaraanrez #lyodrariza #rizalyodra #rizatiara #anakangkat #benci #menyesal #sedih #kehilangan #bahagia Selamat membaca semuanya 🤗
CINTA DALAM KELABU  by retput20800
38 parts Complete
Ini tentang Aqiila dan Aqeela, sodara kembar yang selalu diterjang oleh masalah, mulai dari masalah percintaan, keluarga, dan persahabatan. Bahkan hubungan persaudaraan mereka yang tadinya baik baik saja ikut merengang. **** "Jangan nangis, gue tau elo kuat! " bisik pria itu yang membuat Aqiila membuka matanya "Rayen.. " lirihnya Ya, dia adalah Rayen, seseorang yang Tuhan kirimkan untuk selalu menjaga dirinya, Rayen itu seperti kesatria menurut Aqiila, selalu melindungi dirinya, dimanapun itu. "Mulai sekarang elo jauhin Rayen, atau gue akan buat tante Adel dalam bahaya!" Bruk... Mengingat ancaman Aulia, segera Aqiila mendorong Rayen. Apalagi melihat Aulia yang menatapnya tajam. "Qil, elo kenapa sih? " bingung Rayen "Jangan pernah gangu hidup gue! Jangan pernah tolongin gue, mau gue dalam bahaya sekalipun jangan pernah tunjukkan muka elo didepan gue! " tegas Aqiila Rayen sedikit mendekat namun Aqiila menahan dirinya. Aqiila menangis, "Hiks..Hiks..PLIS JANGAN GANGU HIDUP GUE!! BERAPA KALI SIH GUE HARUS BILANG KE ELO, KALO GUE ITU BENCI SAMA ELO!! LEBIH BAIK ELO URUSIN TUH CEWEK ELO!! " Sentak Aqiila yang kini berlari keluar **** "Hiks.. Hiks.. Kenapa sih semua orang ninggalin aku? Apa salah aku? Hiks.. Hiks.. " tanya Aqeela "Banyak! bahkan kalaupun semua orang benci elo dan ninggalin elo, kesalahan elo masih banyak" jawab Rasya "Kalo Tuhan ambil nyawa aku? Apa kesalahan aku masih banyak? " lirih Aqeela "Banget! Justru gue seneng banget kalo elo hilang dari dunia" jawab Rasya Aqeela menghapus air matanya, dan beralih menatap Rasya, "Kalo Tuhan ambil nyawa aku, apa kamu bakal maafin aku? " tanya Aqeela "Gue akan maafin elo kalo elo bener bener hilang dari dunia ini! " jawab Rasya begitu santai "Oke kalo itu mau kamu, aku harap kalo suatu saat aku gak ada, kamu bisa bahagia" "Oh pasti! " **** Penasaran, yuk langsung kepoin! Jangan lupa vote dan coment! 🙏😊
BarraKilla by novaadhita
64 parts Complete
LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!
You may also like
Slide 1 of 10
Fractured Cheerfulness (On Going) cover
Memories in Moon cover
Q'³ | Qiano-Qianzie-Qiana (HIATUS)  cover
Full Of Scratches cover
You are in my past and my future [END] cover
IGNIS cover
CINTA DALAM KELABU  cover
Jeritan Anak Broken Home 17+ cover
BarraKilla cover
Bitch Daughter (Putri Kupu-kupu Malam) SELESAI✓ cover

Fractured Cheerfulness (On Going)

24 parts Ongoing

"Lo beneran bego, Fin. Gimana sih, gini aja lo ga ngerti-ngerti?" Satria menggelengkan kepala frustasi. Alfina cuma bisa cengengesan. "Jangan bosen ngajarin gue, ya." Di balik senyum yang tak pernah hilang, Alfina Adzra Wardana adalah anak yang terjebak di antara dua dunia. Dunia di mana dia terlihat ceria, ekstrovert, dan penuh semangat. Tapi ketika bel tanda pelajaran berbunyi, dia lebih memilih untuk menghindar daripada berhadapan dengan angka, rumus, atau teori-teori yang malah bikin pusing. Matematika? Ekonomi? Hanya kata-kata kosong yang dia coba terjemahkan dengan senyum yang terus dipaksakan. Satria, cowok yang dipaksa jadi tutor pribadi Alfina, udah sampai titik frustasi. "Lo bener-bener bego!" katanya, meskipun di balik itu, dia enggak bisa menahan rasa kagum pada dunia Alfina yang penuh warna dan seni. Karena ada satu hal yang Alfina tahu dengan pasti: dunia seni adalah tempat dia bisa bersinar. Setiap goresan kuas di kanvas adalah tempat dia bisa bebas, tanpa perlu penilaian orang lain. Tapi di rumah dan di sekolah, ada satu sosok yang terus dibandingkan dengan Alfina-adiknya Thalita, yang cerdas dan selalu jadi juara kelas. Alfina merasa dirinya selalu kalah. Di balik kebingungannya dan perasaan tak cukup, Alfina mencoba menemukan cara agar bisa berjuang untuk dirinya sendiri. Tapi, apakah itu cukup? Dan di tengah semua itu, apakah Satria, yang frustrasi mengajar, bisa melihat potensi besar dalam diri Alfina yang selama ini dia abaikan? Apakah Alfina bisa melepaskan diri dari bayang-bayang adiknya? Apakah Satria bisa melihat lebih dari sekadar kegagalannya?