Kapten!

Kapten!

  • WpView
    Reads 1,688
  • WpVote
    Votes 134
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 1, 2021
VERY SLOW UPDATE! [ Note ; Kisah Pahlawan Revolusi yang diremake sedemikian rupa dalam gaya bahasa novel ] Dia tidak mati. Raganya saja yang terkubur di tanah, jiwanya masih menggebu-gebu sampai saat ini. ©2020 by immaclik
All Rights Reserved
#33
pki
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PATRIOT DARI BUMI PANORAMA √ TAMAT
  • The Darkest Dream [BOOK 1]
  • CLANDESTINE ( SELESAI )
  • [END]✓Berpakaian sebagai tujuh puluh sembilan berkah alam dan takdir
  • Rindu Lukisan ( SELESAI )
  • Once Upon a Time 'Since 1965'
  • 𝖄𝖆𝖓𝖌 𝕷𝖆𝖒𝖆 𝕻𝖊𝖗𝖌𝖎 || Pierre Tendean
  • Please come back, Indonesia!! - DISCONTINUE
  • After Meet You ✔

Terinspirasi dari kisah cinta dan patriotisme salah seorang pahlawan Revolusi Indonesia, Kapten Czi Pierre Andries Tendean. cerita ini hanya fiktif belaka. Ada beberapa bagian yang tidak sesuai dengan kenyataannya. Sumber penulisan perjalanan karir Kapten Czi Pierre Tendean selama hidupnya diambil dari Buku Biografi asli Kapten Czi Pierre Tendean berjudul : SANG PATRIOT Kisah Seorang Pahlawan Revolusi. Cover by: Ihsan Art. _____________ "Memangnya ramalan apa yang dibicarakan Mas Soeseno tadi, Mas?" Tanya Rukmini pada Pierre saat perjalanan pulangnya mengantarkan gadis itu kembali ke rumahnya. Pierre tertawa lalu menatap pujaan hatinya. "Ramalan iseng jaman taruna dulu. Hanya permainan, Min. " jawab Pierre. Rukmini diam tapi kemudian kembali menatap Pierre. "Memangnya apa kata ramalannya?" Tanya Rukmini. Pierre menoleh sejenak dengan senyum manisnya. Tidak menduga jika Rukmini penasaran dengan ramalan iseng yang pernah dilakukan Pierre bersama dengan beberapa orang temannya. "Kami iseng main jailangkung dan bertanya pangkat apa yang bisa kami capai dan ramalan tentang saya, katanya Pangkat saya sampai Kapten. " Pierre kembali tergelak saat mengingat kegiatan konyolnya bersama teman temannya dulu. Rukmini tersenyum menatap Pierre. "Saya jadi pahlawan pun saya rela, asalkan bisa mengabdi untuk negara, " Lanjutnya. Rukmini menatap Pierre yang nampak tersenyum bangga. Gadis itu memberanikan diri untuk menyentuh tangan Pierre dan menggenggam nya. Membuat Pierre berjengit kaget lalu tersenyum kemudian. "Mimin ingin menggenggam Mas lebih lama. Ingat, Mas bukan anak dewa, nyawa Mas cuma satu dan harus dijaga, " ucap Rukmini seraya tersenyum. nada suaranya terdengar begitu lembut. Pierre membalas genggaman kekasihnya itu dan meletakkan tangan Rukmini di depan dada bidangnya. "Mimin tidak perlu khawatir, Mas akan selalu ada untuk Mimin. " (*) ________________

More details
WpActionLinkContent Guidelines