RANJANG USANG

RANJANG USANG

  • WpView
    Reads 550
  • WpVote
    Votes 60
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 7, 2022
WpInfo
Poetry
Entah apa yang ingin saya tulis lagi. Saya rasa semua sudah saya tuangkan ke semua tulisan-tulisan saya sebelumnya. Tentang dirimu, wajahmu, senyummu, kebaikanmu sampai saya lupa dengan diri saya sendiri. Bagaikan seorang ayah kucing yang tidak perduli lagi dengan pasangannya bahkan tidak mau melihat muka anak-anaknya sekalipun. Apakah aku bagaikan kunciran rambut favorit bagimu yang tidak kau perdulikan, tetapi kau akan berkorban mencarinya sampai kau menemukannya saat kau butuh. Karena kau sudah sangat nyaman dengan kunciran itu sendiri atau diriku bagai gelapnya malam yang dingin, sunyi, sepi dan tak kau sukai saat kau sedang sendiri. Mungkin aku bagaikan matahari di pagi hari yang kau tatap dan kau membencinya karena kau tidak tidur semalaman menangisi diriku. Bekasi, 27 September 2020 22:45
All Rights Reserved
#622
sajak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Berbalut Puisi
  • All The Things That Your Heart Never Heard
  • Diksi Dalam Sepi
  • Nasihat dalam Puisi
  • {PERKATA} Selesai
  • Almost.
  • Indonesian Poetry
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • PROSA
  • Tentang Sebuah Rasa [SUDAH TERBIT]

Kisah ini hanya fiksi berdasarkan imajinasi sang penulis menceritakan tentang kisah cinta seorang anak SMA yang introvert dan tak memiliki keberanian untuk mengutarakan perasaannya terhadap sang pujaan hati , kisah ini bermula ketika ia mulai membuat puisi dan mempostingnya di sosial media, ia pun selalu mencurahkan isi hatinya dalam bentuk puisi dan kemudian memposting puisi buatannya, awalnya ia hanya berniat untuk memposting satu puisi namun diantara puluhan like di akun sosial medianya ternyata gadis yang ia sukai membaca puisi tersebut , akhirnya ia memutuskan untuk setidaknya memposting satu puisi setiap minggu, ia berharap suatu saat sang gadis menyadari pesan dari nya. Nothing Bintang lima di titik koordinatnya Saling terpisah jauh jarak mereka Tiada keinginan akan itu semua Namun itulah sejatinya hidup tercipta Demi keindahan kasih dan saling menjaga Ikutilah arah mata angin tuk temui mereka Dan banyak usaha kau butuh mencapainya Sebab mereka tidaklah diam menunggu disana Mereka juga berjalan menikmati masanya Kapankah mereka bisa bertemu di suatu beranda Mungkin juga itu takkan pernah bisa Entahlah, siapa yang kan beri petunjuknya Bulan pun takkan berikan jawabannya Hanya diam dan terus memperhatikan kita Sejauh perjalanan yang penuh luka Apa sebenarnya kisah yang kau bawa? Sekuat tenaga kau berkorban dan berusaha Maukah kau tunjukkan sebuah rahasia? Silih berganti antara bulan dan surya Hanya semakin memperbesar lubang di dada Sanggupkah hati dan jiwa menahannya? Kini waktumu telah di ujung senja Kau hela nafas seolah lega Apakah itu kan tetap jadi rahasia? Bahkan kau tetap kukuh menyimpannya Meski terhina dimata mereka Ataukah itu sudah bukan lagi rahasia? Semua bertanya ada apa? Semua ingin tahu mengapa? Bagaimana kan kau sikapi itu semua? Semua pun terkesima pada akhirnya Sebab jawab mu "TAK ADA APA APA".

More details
WpActionLinkContent Guidelines