RANJANG USANG

RANJANG USANG

  • WpView
    Reads 541
  • WpVote
    Votes 60
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 7, 2022
Entah apa yang ingin saya tulis lagi. Saya rasa semua sudah saya tuangkan ke semua tulisan-tulisan saya sebelumnya. Tentang dirimu, wajahmu, senyummu, kebaikanmu sampai saya lupa dengan diri saya sendiri. Bagaikan seorang ayah kucing yang tidak perduli lagi dengan pasangannya bahkan tidak mau melihat muka anak-anaknya sekalipun. Apakah aku bagaikan kunciran rambut favorit bagimu yang tidak kau perdulikan, tetapi kau akan berkorban mencarinya sampai kau menemukannya saat kau butuh. Karena kau sudah sangat nyaman dengan kunciran itu sendiri atau diriku bagai gelapnya malam yang dingin, sunyi, sepi dan tak kau sukai saat kau sedang sendiri. Mungkin aku bagaikan matahari di pagi hari yang kau tatap dan kau membencinya karena kau tidak tidur semalaman menangisi diriku. Bekasi, 27 September 2020 22:45
All Rights Reserved
#416
kutipan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Indonesian Poetry
  • Perkata
  • Filosofi Semesta (COMPLETE)
  • Diksi Dalam Sepi
  • INKONSISTENSI RASA (TERBIT)
  • Tentang Sebuah Rasa [SUDAH TERBIT]
  • Sasmita Nivriti
  • All The Things That Your Heart Never Heard
  • Cinta Berbalut Puisi
  • Nasihat dalam Puisi

Biarkan puisi-puisiku berbicara. Secukupnya, bukan untuk selebihnya saat bicara bukan lagi menjadi keharusan. Bicara bukan keahlianku, dan menulis sudah menjadi rutinitas ku. . Banyak orang yang membaca puisi ini lalu menyukainya. Namun sedikit orang yang paham akan makna didalamnya. . Selamat membaca. Selamat membaca himpunan aksara absurd yang kelewat absurd ini. Semoga kamu sangat menikmatinya. Menghayati, tenggelam dalam lautan aksara😊. . Happy and enjoy!

More details
WpActionLinkContent Guidelines