Story cover for eunoia  by Chesyazra
eunoia
  • WpView
    MGA BUMASA 31
  • WpVote
    Mga Boto 2
  • WpPart
    Mga Parte 1
  • WpView
    MGA BUMASA 31
  • WpVote
    Mga Boto 2
  • WpPart
    Mga Parte 1
Ongoing, Unang na-publish Sep 27, 2020
"Mei,  tau gak hal yang paling menakutkan buat gue?" Meisya terkejut lalu melihat ke arah nya. 

"Apaa? gue ngilang? hahaha" ledek Meisya menidurkan kepala nya di rerumputan, lalu melihat bintang diatas. 

"Salah satu nya itu" jawabnya, menggeser badannya untuk mendekat ke Meisya. Mengangkat kepala meisya untuk berada diatas kakinya,Meisya tersenyum. 

Ken menunduk memperhatikan wajah Meisya "ditinggalkan" lanjutnya. 

Meisya menggenggam wajah ken lalu menjawab "tapi ada satu hal yang lebih menakutkan dari itu semua" 

"apaa?" 

"Dilupakan"
All Rights Reserved
Table of contents

1 parte

Sign up to add eunoia to your library and receive updates
o
#792heartbreak
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Tokoh Utama ni MailaIsnaFadhea
21 parte Kumpleto
" Lo ngga lagi berubah ke alter ego Lo yang lain kan ?" Tanya Icha memastikan karena jawaban dari raksa tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Yang ditanya malah senyum senyum sendiri. "Kumat kan Lo malah kerasukan sekarang, senyum" ngga jelas lagi" "Takut ya lo kalo gue kerasukan bneran?" "Ish seriusan raksa gue nanya beneran" " Lo mau gue jawab seserius apa Cha karena itu emng jawaban gue" "Terus apa hubungannya posisi sama penyakit?" "Ada, klo gue ngasih tau ke bokap tentang penyakit gue ini sama aja kaya gue yang ngambil peran tokoh utama dari Abang gue sendiri" " Abang? Bang reja maksud lo?" "Apaan si sa jawaban Lo ambigu bgt bang reja ga mungkin kali sejahat itu sama Lo nganggep lo rebut kasih sayang bokap Lo" "Iya gue tau bang reja ngga cuman ngga sejahat itu tapi dia juga sayang bgt sama gue, kalo Lo jadi gue emng Lo tega biarin diri Lo sendiri rebut tokoh utama yang seharusnya bukan milik Lo?" " Tokoh utama apaan lagi si sa, kita ini di dunia nyata jadi ya tokoh utama nya ya cuman diri Lo sendiri, gue saranin mending Lo buruan bilang ke bokap Lo tentang penyakit lo itu" Raksa tertegun mendengar perkataan Icha itu " Lo malu yah punya calon pacar penyakitan mental kaya gue?" "Apaan si emng gue mau jadi pacar lo " Jawab Icha sepelan mungkin. " Kalo mungkin Lo nantinya jadi pacar gue sa, gue ga bakalan malu punya pacar seorang raksa yang menurut Lo, Lo adalah manusia penyakit mental karena itu ngga jadi masalah buat gue tapi masalahnya apa iya gue pantes, bersanding sama Lo yang terlalu sempurna buat gue, dan lagipula gue masih ada rasa buat Abang lo sa"batin Icha Tanpa mereka sadari setelah percakapan mereka berhenti disana mereka saling bergumam dalam hati, sambil menikmati sejuknya terpaan angin sore di tepi ladang sawah.
Vericha Aflyn ✔️ ni Icacty_
58 parte Kumpleto
#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 9
Losing You cover
ALVANSA [Completed] cover
U are cover
Masa SMA [Completed] cover
Tokoh Utama cover
Disaster In Feelings cover
Alisa's Story  cover
Vericha Aflyn ✔️ cover
Keano cover

Losing You

11 parte Kumpleto

"Terus gimana sama Manda?" "Ya udah, selesai. Fokus gue cuma ke Rena sekarang..." jawab suara yang terdengar familiar di telingaku. Ucapannya terngiang di otakku. Jantungku berpacu. Kakiku lemas seperti jelly. Aku menggapai rak buku yang ada disampingku untuk menahanku agar tidak terjatuh. Semuanya terasa jelas sekarang. Dan aku mulai menyadari apa yang telah aku lupakan. Dengan sedikit limbung, aku memaksakan kakiku untuk menjauhi tempat ini. Sudah cukup banyak yang ku dengar. Cukup untuk tahu kebenarannya Cukup untuk kembali menyadari siapa diriku