Arjunashwa (END)

Arjunashwa (END)

  • WpView
    Reads 3,051,683
  • WpVote
    Votes 226,438
  • WpPart
    Parts 60
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 21, 2025
Karna suatu insiden kecil yang pernah terjadi waktu mereka kelas sepuluh, Nashwa begitu menghindari yang namanya Arjuna Dareen Pradipta. Laki-laki tampan, idola seantero sekolah bahkan hingga luar sekolah. Laki-laki yang begitu di segani, banyak yang mengidolakannya tapi tak ada yang berani mendekatinya. Arjuna itu begitu memberi jarak pada wanita, berani mendekat maka berani pula menerima akibat. Tapi sayangnya, jarak yang coba Nashwa ciptakan harus sirna begitu saja hanya karna satu pengumuman dari sekolah. Dan itulah awal dari semuanya, awal dari kisah mereka. Arjunashwa. . . . . #cover by: Aisya_slfiani Skuy baca😊 Jangan lupa follow dulu ya sebelum baca^.^
All Rights Reserved
#887
arjuna
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lantas (END)
  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • -LANDA-
  • Cuek Tapi Romantis [Dreame/Innovel]
  • AKANDRA [END]
  • Cupu is Ketua Geng [COMPLETED]
  • ARJUNA
  • About feelings   (selesai)
  • Possesive Playboy

PERINGATAN ⚠️ Di beberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

More details
WpActionLinkContent Guidelines