9 capítulos Em andamento Pemuda itu pernah pasrah pada derita setelah tragedi yang merenggut seluruh keluarganya-seolah takdir telah menuliskan babak kelam tanpa harapan. Namun, dari abu duka itulah ia bangkit dengan satu kesadaran pahit: kekuasaan menimbulkan dahaga yang tak pernah terpuaskan. Setiap raja, setiap tiran, setiap pemimpin yang berkuasa, tak pernah berhenti menuntut lebih-tak jarang dengan darah dan air mata rakyat.
Kini, pemuda itu bersumpah menumpas haus para penguasa dengan caranya sendiri. Dia menantang tatanan dunia yang membiarkan kelaparan keadilan dan kemiskinan tumbuh subur, lalu menanamkan benih perlawanan di setiap sudut negeri. Dengan tekad baja dan kecerdikan, ia memutarbalikkan permainan politik, meretas intrik di istana, dan menggalang kekuatan para yang tertindas-karena hanya dengan memuaskan dahaga mereka akan keadilan, dunia bisa bernafas kembali