We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
SANCAKA
  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 30, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Author nulis cerita ini dengan kengawuran semata. Gue Sancaka Abdi Putra, itu nama diberikan bokap gue, nyokap gue meninggal sejak saat ngelahirin gue. Gue bertanya-tanya pada diri gue sendiri, dan tentu juga pada Tuhan. Kenapa gue dikasih hidup sedangkan nyokap enggak? Gue merasa bersalah, hati gue hancur, saat gue mengenangnya , setitik air mata keluar di pipi gue mencair begitu derasnya. Gue belum begitu mengenalnya. Sama sekali tidak. Gue hanya mengenal wajahnya cuma dalam foto. Sifatnya gue sama sekali enggak tahu. "Ibu meninggal gara-gara aku kan ayah." "Mati, jodoh, itu semua udah ada yang ngatur oleh Tuhan. Kamu jangan menyalahkan diri kamu sendiri. Diri kamu adalah bagian yang harus kamu banggakan, dan harus dipercaya sebelum orang lain." Begitulah kira-kira bokap gue menanggapinya dan gue cuma percaya. Di sisi lain gue punya musuh namanya Yasmin sedeng. Dia cewek. "Wei Sancaka edan! Sini lo! Dasar musuh dalam pergulatan sekolahan." "Pergulatan apaan dah? Kagak tahu gua." Dan ikuti kisah gue dalam cerita ini. Gue bilang follow dong!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AFIKA [ END✔ ]
  • Senior
  • ON SIGHT (Completed)
  • THE CLIMB [Completed]
  • Gue Jadi Istri Muda ?
  • Tingkat Tiga
  • Still You (Completed)
  • RAVASYA [END]
  • Arsyilazka
  • Naughty Nanny

Cantik, pemberani, labil dan memiliki anger issues. Seperti itulah Afika di mata orang-orang. Suara hentaman, pukulan serta erangan sudah tak asing lagi di telinganya. Semenjak ia kenal dengan seorang pria bernama Sean, entah kenapa tiba-tiba saja Afika dihadapkan dengan banyaknya masalah. Namun di sisi lain, masih ada sosok Afkar yang dikenal sebagai cowok dengan penuh rasa sabar, ia terus berada di samping Afika baik dalam keadaan suka maupun duka. Ah, kalau bukan karena berhutang budi, Afkar juga enggan berurusan dengan gadis itu. "From now and on, your being my girlfriend, ok? Gue nggak terima penolakan, titik." "Lo itu lebih dari apapun di hidup gue, Fik. Jadi gak usah aneh-aneh deh, atau gue bakalan cepuin hal ini ke Bokap lo?" "Stress, pokoknya gue stress kenal lo semua! Gue muak!!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines