My Fancy Man ( Zayn Malik )

My Fancy Man ( Zayn Malik )

  • WpView
    Reads 190,939
  • WpVote
    Votes 553
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 9, 2023
Gitar, musik, piano, nyanyi, pokonya semua tentang musik adalah bagian dari hidupku. Semua yang aku lakukan untuk cita-cita ku semakin sempurna ketika aku memasuki The Juilliard School, sekolah seni paling bergengsi di dunia. Sahabat, Musuh, dan Cinta mulai aku temukan di universitas ini. "Tak pernah terlintas di otakku untuk menyukainya. Dia pria yang menyebalkan dan sangat dingin pada semua orang. Mengapa banyak wanita di kampus ini yang begitu memujanya?" ~ Lily Connick "Dia begitu aneh. Mungkin wanita ter-aneh di kampus ini. Penampilanya sangat kasual, mungkin terlalu kasual untuk seukuran wanita. Sampai sahabat-sahabatku begitu mendambakannya. Aneh." ~ Zayn Malik Written in Bahasa #45 Fanfiction (17 Agustus 2015) ©JihanSouisa
All Rights Reserved
#17
horan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love in silence
  • For You, I am.
  • Stole My Heart × z.m
  • PHINONG
  • "True Love"
  • Temporary ❇ h.s
  • Guitar Lover in Love (Taylor swift and Niall horan)
  • The Boy From the Next Door
  • Protect You || Malik [au]
  • Last First Kiss (Zayn Malik)

Becky adalah mahasiswi bisnis yang pintar, teratur, dan selalu jadi langganan juara kelas. Dunia Becky penuh dengan catatan warna-warni, target akademik, dan rencana hidup yang rapi. Sementara itu, Freen adalah mahasiswi seni yang cuek, cool, populer di kalangan semua jurusan. Jago main basket, anak band, dan ahli bikin lagu-Freen hidup dengan caranya sendiri. Mereka gak sekelas, gak sefakultas, bahkan gak saling kenal. Tapi satu proyek kampus mempertemukan dua dunia yang bertolak belakang ini. Becky yang awalnya cuma kagum diam-diam, mulai terjebak dalam perasaan yang tumbuh makin dalam setiap kali Freen tersenyum. Sementara Freen, yang biasanya tenang dan datar, mulai kehilangan fokus tiap Becky tertawa dengan orang lain. Di antara tugas kampus, lirik lagu, dan suasana yang makin gak bisa ditebak, mereka berdua mulai bertanya-tanya: ini cuma ketertarikan... atau sesuatu yang lebih? Tapi ketika rasa suka datang bareng gengsi dan cemburu, apakah keduanya cukup berani untuk jujur pada perasaan masing-masing?

More details
WpActionLinkContent Guidelines