I want that little gril

I want that little gril

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Sep 28, 2020
"i want the little grils to be mine" ucap seorang lelaki jangkung yang dibelakangnya terdapat beberapa anak buahnya dengan badan yang besar besar dan menyeramkan - - - - "hey kalian jangan menganggu dia! pergi sana!" gadis kecil dengan badan munggil itu tanpa rasa takut dengan preman preman yang telat menganggu laki laki itu, seketika perhatian preman tertuju kepada gadis itu. BRAK! BUGH! "enak? mau lagi gak? sini sini dengan senang hati!" baru ingin melangkah namun preman itu langsung berlari terbirit birit dengan wajah yang babak belur. "kamu gapapa?" saking panik nya gadis itu menghampiri lelaki yang tadi di hajar oleh preman kampung nya itu "makasih, sudah menyelamatkanku" tanpa babibu laki laki itu mengucapkan terima kasih dan menundukkan kepalanya "kepada tidak melawan mereka? kamu cowo lho hehehe" gadis itu tertawa dan laki laki itu langsung mendongak kepala ia terkesima dengan senyuman gadis munggil itu dan ia berjanji akan membuat gadis munggil ini menjadi miliknya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • One Week Love 1 (completed)
  • CINTA SELEBGRAM DAN TUAN CEO (SELESAI)
  • YES, BOSS ! (SELESAI)
  • Arsyilazka
  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Silent, Please! (Re-up)
  • AIRIS
  •  ALZERA (On Going)
  • Miracle (SELESAI)

"Aku menunggunya, untuk melihatku..." Meski lincah, aku terkenal ceroboh. Aku tertawa sambil mundur, sebelum menyadari kalau aku menabrak. Kaget, aku malah tergelincir. Jadi aku menarik orang yang dibelakangku. Dia jatuh dan aku berhasil tetap berdiri. Hampir saja. Berniat kabur, dia menangkap tanganku. Tak menoleh, aku menarik tanganku. Tapi dia lebih kuat dan aku ikut terjatuh disebelahnya. Momentum membuat muka kami bertabrakan dan aku mencium pipinya. Sama-sama kaget. Kami menjauh. Dia salah satu teman dari cowok gendut tadi. Reflek, aku langsung menangkap rambutku yang berkeliaran untuk menutupi muka. Mendapati dia yang melotot sambil memegang sebelah pipinya yang bisa kulihat punya jejak lipstick-ku. "lo siapa?" dia menarik tanganku. Aku tak bergeming. Aku melihat kesampingnya dan berteriak, "selamat pagi pak dekan." Dia menoleh dan aku meloncat kabur.

More details
WpActionLinkContent Guidelines