My Ex Bastrad Man [ON GOING]

My Ex Bastrad Man [ON GOING]

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 28, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Ini cara lu. Iya? Jawab, jangan diam aja. Gak gini caranya kalau lu minta pisah dari gw" ucap perempuan itu. Hatinya seperti teriris melihat laki-laki di depannya. Laki-laki yang masih menyandang menjadi suaminya itu, ia tak menyangka laki-laki itu sangat tega. "Jangan pernah temui gw, gw kirim surat cerai besok, ini kan yang lu minta kan?" Tak ada jawaban dari sang laki-laki, ia hanya bisa diam setelah apa yang dilakukannya. Ia menyesal kesalahannya sangat besar, kejadian itu membuatnya sadar apa arti kehilangan. -------------------------------------------------- 5 tahun berlalu, perempuan itu-Kalista namanya-kini berubah, sifatnya tak lagi sama dengan yang dulu. Dia terkenal dingin, tak banyak bicara, cuek, satu hal yang tidak terlupa ia memiliki mulut yang sadis ketika berucap, namun di balik semuanya mata coklatnya tersirat kesedihan. Thank You udah pencet cerita ini, saya harap kamu menyukainya, ENJOY^^. Maaf untuk kesalahan kata yang tidak sesuai dengan EBI.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Love You
  • syanin
  • Setulus Kasihmu (End)
  • Albel
  • Say You Love Me Too
  • 244 Days to Hurt You
  • Bad Papa
  • Takdir Semesta
  • DIA KEMBALI (Completed)

Ada yang bilang disaat kita menunggu kita akan mendapat yang kita mau. Tapi apa itu adalah sebuah fakta atau hanya hal manis yang di ucapkan kepada anak-anak? Ada yang bilang disaat kita tersenyum maka hati kita akan tersenyum juga, tapi apa itu hanya nasihat tersirat yang di ucapkan untuk anak kecil? "INI SEMUA SALAH LO RISS! KALAU SAJA HATI LO ADA RASA EMPATI, DIA GAK AKAN PERGI!!" Terkadang kalimat yang di ucapkan oleh manusia lebih mematikan daripada tusukan pedang di jantung. Kalimat yang terus menerus menghantui hari hari ku membuat ku kehilangan diriku sendiri. Kalimat yang membuat diri ku yang dulu hangat menjadi dingin tanpa ada senyuman tulus yang terukir di wajah ku. Aku yang terkadang berharap jika diri ku yang harusnya mati lebih dulu daripada harus hidup dengan beban yang terkadang aku gak mampu menahan nya. Semenjak aku yang di tinggal pergi oleh orang tua ku. Aku yang kehilangan sahabat terbaik ku yang aku baru menyadari jika ternyata dia merupakan cinta pertama. Aku juga wanita yang kehilangan kakak yang sebenarnya masih bisa aku pertahankan. Karena kalimat tadi, aku membuang semua nya! Aku kehilangan semuanya termasuk diri ku sendiri! Aku gak tau siapa diri ku! Hingga pria itu datang. Dia menyebalkan! Aku membenci nya! Namun kenapa disaat aku menyukainya aku kembali di hadapkan rasa kehilangan yang menanti. Apa hidupku hanya selalu harus kehilangan? Jika aku boleh egois bisa kah aku bersama pria itu? Atau aku hanya akan mati tragis tanpa merasakan cinta apapun?

More details
WpActionLinkContent Guidelines