Z ||| Unstoppable

Z ||| Unstoppable

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 28, 2020
"Gua gak mau tau, pokoknya gua ikut konferensi pers besok!" Keputusan Axelle sudah bulat. Remaja berumur 17 tahun itu menutup pintu kamarnya. *** "Dayndra, masuk!" "Hah? Abang nyuruh gue masuk? Emang ya, Abang gak punya toleransi. Gue tetep bakal berangkat," Dayndra meninggalkan kakaknya yang berdiri di depan pintu, pergi menuju titik dimulainya demo. *** Ini kisah tentang Generasi Z, Tentang mereka yang terlahir di Tahun 1995 hingga 2010, Tentang mereka yang membela kebenaran. Dan, Tentang mereka yang terancam keselamatannya.
All Rights Reserved
#8
generasiz
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rebuilding Love, One Flight at a Time (END)
  • ARETHA LEANDER
  • LOVE AND LIES
  • Connected [END]
  • #01 Mendarah [Selesai]
  • PESAN TANPA NAMA
  • Dandelion
  • DANDELION, (Help Me To Be Happy Again)
  • My love ' My Enemy [ END ]

Luka di hatinya masih terasa segar setelah kegagalan pernikahan enam bulan lalu. Michelle, bersumpah untuk tidak lagi mempercayai cinta atau menjalin hubungan baru. Kegagalan tersebut mengarahkannya untuk fokus pada dirinya sendiri, melarikan diri ke negeri para penyair dan pemikir, berusaha menyembuhkan luka setelah mendapati bahwa tunangannya, yang meninggalkannya di hari pernikahan, menikah dengan sahabat kecilnya. Kehidupan yang memberinya kebebasan di negeri para penyair itu terganggu ketika orang tuanya memintanya pulang dengan alasan klasik, yang ternyata hanya bertujuan untuk memperkenalkan seorang pria baru yang mereka anggap cocok untuknya. Tetapi, alasan yang dianggapnya klasik itu justru menjadi titik awal pernikahan yang nyata, menjadikannya istri dari seorang pria yang sama sekali tidak pernah mendengar tentang dirinya. Namun, Omar Zaid Al Basyir, dengan sikap tenang dan pembawaan lembut, menawarkan sesuatu yang berbeda. Tidak ada paksaan, melainkan memberikan kesempatan bagi mereka untuk saling mengenal lebih dalam, membangun fondasi hubungan berdasarkan iman. Tetapi, Michelle dihadapkan pada ketakutan akan kegagalan dan ketidakpercayaan terhadap pernikahan. Perbedaan karakter, tekanan dari keluarga, dan gaya hidup yang saling bertolak belakang semakin memperumit situasi yang dihadapinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines