Z ||| Unstoppable

Z ||| Unstoppable

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 28, 2020
WpInfo
Non-Fiction
"Gua gak mau tau, pokoknya gua ikut konferensi pers besok!" Keputusan Axelle sudah bulat. Remaja berumur 17 tahun itu menutup pintu kamarnya. *** "Dayndra, masuk!" "Hah? Abang nyuruh gue masuk? Emang ya, Abang gak punya toleransi. Gue tetep bakal berangkat," Dayndra meninggalkan kakaknya yang berdiri di depan pintu, pergi menuju titik dimulainya demo. *** Ini kisah tentang Generasi Z, Tentang mereka yang terlahir di Tahun 1995 hingga 2010, Tentang mereka yang membela kebenaran. Dan, Tentang mereka yang terancam keselamatannya.
All Rights Reserved
#63
genz
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANDELION, (Help Me To Be Happy Again)
  • LOVE AND LIES
  • PESAN TANPA NAMA
  • Shadow of the unseen (Moqeel - Mohan Aqeela) END
  • #01 Mendarah [Selesai]
  • Rebuilding Love, One Flight at a Time (END)
  • Nayara [ TERBIT ]
  • GALAZANA
  • Be Mine [Terbit]

DILARANG KERAS PLAGIAT!! CERITA MURNI DARI OTAK PENULIS!! _Ini bukan hanya perihal seseorang mencari kebebasan, tapi bagaimana cara menyusun semuanya menjadi lebih baik._ Di lantai dua yang sempit dan pengap, amarah meledak tanpa sempat di saring. Dua remaja laki-laki yang di kenal bersahabat dari kecil itu, berkelahi. Bukan karena cemburu, seperti kebanyakan persahabatan yang menyukai satu gadis yang sama, melainkan karena pengkhianatan paling menjijikkan. Kata-kata penuh amarah kala itu berubah menjadi sebuah dorongan, dan dorongan itu berganti dengan hantaman, membuat suatu hal yang tak pernah terbesit dalam bayang itu, menjadi sebuah tragedi mengerikan. Sosok yang kehilangan keseimbangan karena tinjuan keras kala itu membuat sekejap keseimbangan itu lenyap, waktu seakan berhenti. Dari bawah, seorang gadis hanya sempat mendengar suara jatuh dengan dentuman yang memekakkan. Wajah itu menghantam lantai dengan keras, tepat di hadapan netra nya, membuat cipratan darah itu mengenai sebagian seragam olahraga yang masih dikenakan dirinya. Warna merah pekat itu kontras, terlalu nyata, terlalu dekat. Tubuhnya kaku, paru-paru nya lupa cara bernapas. Dunia rasanya menyempit, melihat tubuh itu tergeletak tanpa gerak. Ingin berteriak, namun suaranya terkunci di tenggorokan. Ingin berlari, namun lututnya tak mampu untuk melangkah. Satu peristiwa, satu rekaman terlarang, dan satu jatuh yang mengubah segalanya. Apakah suatu kebenaran akan terungkap, atau justru terkubur bersama darah di lantai dingin itu? Bagaimanakah kisah selanjutnya? di temani latar belakang yang kurang baik, bahkan yang telah hancur?... Kalo kalian penasaran sama kisah kelanjutannya, baca secepetanya ya semoga sukaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines