Keranjang Isi Pena

Keranjang Isi Pena

  • WpView
    GELESEN 55
  • WpVote
    Stimmen 1
  • WpPart
    Teile 9
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Fr., Mai 24, 2024
WpInfo
Poesie
Dipinggiran kota, tukang cukur kue cucur samping simpang air mancur menghias tembok-tembok peninggalan nenek moyang mereka dengan cat-cat warna terang senada dengan koran-koran hasil adiknya memilih di kelas saat akan membeli poster kaligrafi di galaderi. Ini bukan puisi, cuma lahan kosong yang tadinya bekas serambi disulap menjadi keranjang tumpukkan jerami. Tidak abadi. Nanti juga dihapus lagi. Karena belum ada nyali, untuk kembali berorientasi.
Alle Rechte vorbehalten
#627
dan
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Aku (Selesai)
  • Mahkota Permata
  • Sasmita Nivriti
  • Diksi Dalam Sepi
  • Enigma Sebuah Perasaan (End)
  • INKONSISTENSI RASA (TERBIT)
  • Aksara Tak Bertuan
  • Cinta Berbalut Puisi
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu

Jika mereka berhamburan lari ke arah kiri,Aku dengan santainya berjalan ke arah kanan Aku dengan segala potongan yang coba ku ungkapkan lewat sepatah kata yang tak berirama namun selalu aku sajikan lewat sajak yang tak punya rima. Bersediakah kau cicipi tiap potongannya? Jika mau, tarik nafasmu dalam-dalam Resapi tiap kata dalam potongan yang sudah kuramu tanpa jemu. Dan kuharap kau tau, Disini ada hadirku Disini segala sukacita yang kuungkap lewat sajak yang tak berdaya Disini bukti kisah yang terlalu indah untuk di lukis, Terlalu sulit diucapkan, Terlalu berat dibawakan, Terlalu menarik untuk di abaikan, Terlalu sedih jika di bacakan, Terlalu bahagia bila dirasakan Lebih baik,kau cicipi sendiri segala potongan yang sudah Aku siapkan Selamat menikmati ~Nazeta irama~

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien