Keranjang Isi Pena

Keranjang Isi Pena

  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 24, 2024
Dipinggiran kota, tukang cukur kue cucur samping simpang air mancur menghias tembok-tembok peninggalan nenek moyang mereka dengan cat-cat warna terang senada dengan koran-koran hasil adiknya memilih di kelas saat akan membeli poster kaligrafi di galaderi. Ini bukan puisi, cuma lahan kosong yang tadinya bekas serambi disulap menjadi keranjang tumpukkan jerami. Tidak abadi. Nanti juga dihapus lagi. Karena belum ada nyali, untuk kembali berorientasi.
All Rights Reserved
#1
lainlain
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku (Selesai)
  • harapan yang pupus
  • INKONSISTENSI RASA (TERBIT)
  • Almost.
  • PERLINA
  • Satu Kata Satu Cerita
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Langit Tanpa Batas
  • Diksi Dalam Sepi

Jika mereka berhamburan lari ke arah kiri,Aku dengan santainya berjalan ke arah kanan Aku dengan segala potongan yang coba ku ungkapkan lewat sepatah kata yang tak berirama namun selalu aku sajikan lewat sajak yang tak punya rima. Bersediakah kau cicipi tiap potongannya? Jika mau, tarik nafasmu dalam-dalam Resapi tiap kata dalam potongan yang sudah kuramu tanpa jemu. Dan kuharap kau tau, Disini ada hadirku Disini segala sukacita yang kuungkap lewat sajak yang tak berdaya Disini bukti kisah yang terlalu indah untuk di lukis, Terlalu sulit diucapkan, Terlalu berat dibawakan, Terlalu menarik untuk di abaikan, Terlalu sedih jika di bacakan, Terlalu bahagia bila dirasakan Lebih baik,kau cicipi sendiri segala potongan yang sudah Aku siapkan Selamat menikmati ~Nazeta irama~

More details
WpActionLinkContent Guidelines