Mari, Duduk Sejenak Dan Katakan Hai!

Mari, Duduk Sejenak Dan Katakan Hai!

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 15, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Lea adalah perempuan gila kerja. Katanya, menjadi manusia itu harus produktif. Kalau orang-orang merasa bekerja adalah kegiatan paling menyebalkan, maka bagi Lea bekerja adalah rekreasi. "Minggu ini kamu sibuk ga?" "Hmm, ada meeting sama client sih." ___ "Weekend ini kamu free?" "Kebetulan mau ketemu client." ___ "Libur nanti mau kemana?" "Kebetulan ada deadline yang harus ku kerjain, sih." ___ Lea si maniak kerja. Tapi sejak hari itu, bekerja menjadi kesialan yang mempertemukan Lea dengan Laksa. Laki-laki yang berhasil membuat Lea tak betah kerja berlama-lama.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • Kopi & Deadline (On Going)
  • RAISE THE BAR (COMPLETED)
  • My Handsome Devil
  • DANADYAKSA
  • TerraCotta (Completed)
  •  ANATHA
  • Sudut pandang (felisha)
  • Tokoh Utama
  • ICE BOY (SUDAH TERBIT)

Seri kedua Arga ; pusaran sesal Tentang cinta yang salah menyapa, rindu pada yang telah pergi juga dendam yang tak seharusnya tumbuh. Setelah kematian Aksa. Arga menyibukkan diri untuk mengalihkan rasa sakit akibat kehilangan dengan bekerja. Hingga pada satu titik dia kehilangan tujuan hidup kecuali membayar tagihan. Tak disangka dia bertemu lagi dengan ayahnya dan ingin membuktikan rumor yang pernah terjadi pada adiknya. "Ayah apa yang lebih memilih mengurusi anak wanita lain daripada darah daging sendiri? Kamu tak ubahnya lelaki egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Aku tak yakin kamu pantas disebut sebagai orang tua." "Aku tak percaya kata-kata itu keluar dari mulut anak lelakiku yang terpelajar." Teringat dengan pesan adiknya untuk segera menikah, seorang wanita yang pernah bertemu saat di rumah sakit menyapanya. "Bukankah di dunia ini tak ada yang sempurna, begitu pula cinta." Kia menoleh ke Arga yang menatap dengan sorot sendu. Walau sudah mengenal hampir beberapa bulan, lelaki di sampingnya adalah sosok diyakini tengah menutupi luka. Dia bisa melihatnya, lewat bola mata, gurauan atau perkataan langsung seperti sekarang. "Cinta itu memang tak sempurna, oleh itu mereka merayakan ketidaksempurnaan sebagai wujud kebahagiaan dalam pernikahan. Karena sejatinya cinta itu saling melengkapi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines