AKU DIPAKSA BERCANDA (On Going)

AKU DIPAKSA BERCANDA (On Going)

  • WpView
    Reads 524
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 15, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Aku bukan orang yang paling pandai memaknai kehidupan, tapi aku hanya ingin berbagi rasa, rasa senang, sedih, haru, patah, bangkit dan berjuang. dunia ini memaksaku untuk bercanda dengan rasa-rasa tersebut, aku larut dibawanya, seakan mengalir begitu saja, hingga aku faham tentang kehidupan, bahwa tak selamanya petang membadai hidup kita, terang akan muncul setelahnya, setelah rasa pahit muncul, dan memaksa untuk merubahnya menjadi rasa manis. Di update secepatnya
All Rights Reserved
#104
journey
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • Cahaya [COMPLETED]
  • MISS MY BESTFRIEND
  • EXOBANGTAN [END]
  • Sunyi
  • Seharusnya Kita Tidak Menyerah
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Mencintai Diri Sendiri
  • perjalanan cinta rumit
  • KAMU YANG SANGAT AKU RINDUKAN

Hanya menuang segala kata dalam hiruk-pikuk kehidupan-merekam apa yang lewat, menuliskan apa yang terlintas, tanpa janji akan kedalaman atau kebijaksanaan. Tidak ada urgensi untuk menjelaskan, tidak ada kepentingan untuk dipahami, sebab dunia sudah penuh dengan orang yang mengira dirinya tokoh utama. Kata-kata berdiri sendiri, mengalir mengikuti arus yang tak selalu jelas arahnya, seperti rapat yang seharusnya bisa diselesaikan dengan satu email. Kadang tajam, kadang datar, sering kali hanya sekadar ada, mengisi ruang seperti iklan yang muncul di saat paling tidak dibutuhkan. Kadang melankolis, kadang sinis, kadang seperti bercanda tapi ternyata menyelipkan sesuatu yang dalam. Hidup ini kadang absurd kadang, ah sudahlah-namun makna di dalamnya juga sering lewat tanpa permisi. Saya pun sadar, tidak semua orang punya waktu untuk membaca sesuatu yang mungkin hanya sekadar refleksi seseorang yang terlalu banyak diam di pojok ruangan, mengamati bagaimana orang-orang tertawa, menangis, lalu pura-pura lupa bahwa mereka pernah melakukan keduanya. Tapi tenang saja, saya tidak akan memaksa Anda untuk membaca sampai selesai-membaca separuh lalu berpikir, "Ah, ini mah nggak masuk akal," juga merupakan bagian dari perjalanan menemukan makna, bukan? Maka, jika pada akhirnya tulisan ini lebih mirip tumpukan halaman tugas yang ditunda dikerjakan sampai tenggat waktu atau coretan iseng di pinggir buku catatan kuliah yang berakhir lebih eksistensial dari esai akademik-saya tidak akan terkejut. Seperti manusia yang mencari hiburan, semua tulisan ini juga mungkin sedang mencari pembacanya yang tepat, atau setidaknya, seseorang yang cukup penasaran untuk bertanya, "Ini cerita isinya apa sih?" sebelum akhirnya menguap dan kembali membuka media sosial. Jika Anda menemukan sesuatu yang berharga di dalamnya, anggap saja saya sedang beruntung. Jika tidak, ya, setidaknya saya sudah menyumbang satu tulisan lagi ke alam semesta ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines