Menggapai

Menggapai

  • WpView
    Reads 171
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 31, 2022
Sebuah hati mampu luluh karena terbiasa bersama, cinta akan tumbuh ketika di dasari takwa Lillahi ta'ala. Pernikahan impian yang bertolak belakang dengan kenyataan. Seorang dari masa lalu yang tanpa permisi mengucapkan janji suci di depan wali, namun hati wanita tak mudah menerima. Akad nikah yang sakral itu mengikat, hubungan dua hati yang telah lama saling mencintai namun tak sanggup memiliki. Gadis bernama Kazira Nur Aisyah, telah Allah pasangkan dengan seorang pria dari masa lalu bernama Muhammad Harfi Al Ghofar. Pemuda dengan ilmu yang begitu indah, namun di antaranya terdapat perbedaan aqidah. Hal itulah yang membuat rumah tangga mereka tak harmonis.
All Rights Reserved
#350
nasehat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 99 Nama-Mu (END)
  • Akhirnya Aku Menikah (Revisi)
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)
  • DI JODOHKAN DENGAN WANITA BERCADAR (LENGKAP)
  • Hafizhah [sudah terbit]
  • Pangeran Syurga Khaliza (Completed)
  • Cinta Halal Kita[On Going]
  • Masakan Surga
  • Cinta Suci Zahra✓
  • Aku Takdirnya

Hafsah Ruqaya Sabhira, gadis lulusan Universitas ternama dengan segala problematika hidup pasca lulus kuliah. Bekerja sebagai buruh pabrik, sales makanan, guru honorer, ia lakoni demi terlepas dari label beban hidup. Benturan ujian silih berganti datang, berusaha menggoyahkan imannya. Mulai dari godaan atasan, fitnah dari rekan kerja, hingga cibiran dari keluarga besar, membuat Hafsah harus menguras air matanya. Namun, dibenci dunia tak berarti apapun selama hati dan pikirannya tetap terisi pujian bagi Sang Pencipta. 99 Nama Indah Sang Pencipta selalu mengiringi langkahnya, membuatnya tenang meski tengah berada di medan perang. "Silakan ambil apapun dariku asal bukan imanku." -Hafsah Ruqaya Sabhira-

More details
WpActionLinkContent Guidelines