Risya Is Not Rasya!

Risya Is Not Rasya!

  • WpView
    Reads 1,204
  • WpVote
    Votes 96
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 4, 2021
~ZONA TRANSMIGRASI~ 🔪Setiap part mengandung bahasa kasar! Harap bijak dalam memilah teladan🔪 _______________ Ini tentang kisah Risya Ifniandra. Si remaja labil yang rela membenci bahkan terus-terusan mencaci seorang gadis tunanetra hanya karena sebuah cinta yang selalu dibalas duka. Hingga akhirnya, dorongan dari beberapa kejadian membuat Risya menyerah dan memilih untuk mengakhiri hidup. Namun, harapan Risya untuk terbebas dari peliknya ketetapan Tuhan harus sirna seketika. Akibat takdir yang menyatakan bahwa ia wajib untuk tetap hidup. Bukan Risya yang kembali bernyawa, tapi sosok Rasya yang jiwanya direnggut oleh Risya secara tak sengaja. Sebenarnya Risya tak masalah dengan itu semua. Hanya saja, akibat sosok tunanetra yang tengah Risya tempati raganya, membuat ia harus terus menjalani hidup dengan penuh rasa penyesalan. Meski ranjau akan terus dihadapi oleh gadis tersebut, tapi apalah daya. Menyerah dan berniat untuk pasrah tak boleh Risya rasa barang sedikit saja. Nyatanya Tuhan itu Maha Adil. Meski sempat tak terima dengan takdir-Nya, tapi Risya tetap merasa bahagia. Sebab nasib yang menjadikannya sebagai Rasya membuat Risya bisa memiliki seorang pria bernama Dafa tanpa harus keluar tenaga seperti di dunia sebelumnya. Ingatlah bahwa roda dunia pasti berputar. Gadis bercepol yang dulu merasa bahwa ia tak berguna, kini malah harus menjalani misi yang penuh lika-liku bagaikan labirin. Menyebabkan ia sampai lupa akan harta, takhta dan juga cinta. *** "Lo di mana, Sya?" Hening. "Lo denger gue, 'kan? Jawab, Sya! Lo di mana?! Jangan bilang lo udah mati dan ninggalin gue sendirian di dunia lo! Lo denger nggak? Nama gue, tuh Risya bukan Rasya! Balikin raga gue, Sya! Gue nggak mau ada di dunia lo! Gue mau pulang!" _____________
All Rights Reserved
#530
toxic
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • Transmigrasi Arion Barendra [Hiatus]
  • Sebelum Pelukannya Membuatku Tertidur
  • SENJA DI PUNCAK TANGKILING
  • The Secret Of Us
  • Air Mata Elara
  • ELZEAN [On Going]
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Aiserana: Transmigrate To Villain Figures

"Kenapa sih lo gak mau pacaran?" tanya Rama. "Buat gue, pacaran itu gak jelas dasarnya. Karena hanya di dasari sebuah perasaan. Sedangkan yang namanya perasaan kan dinamis, berubah-ubah. Gak pasti, gak jelas, gak signifikan." jawab Rose dengan santai. "Lo harus coba buka hati. Lo harus coba pake perasaan, dengan begitu lo akan ngerti kalau perasaan itu gak sesempit yang lo kira dan gak sedangkal teori yang lo cetuskan." "Caranya?" "Pacaran sama gue." *** Rose yang selalu menggunakan logika di banding perasaan karena ada trauma mendalam yang berkepanjangan. Sedangkan Rama selalu saja berusaha mengulik luka tersebut. Rose berusaha agar tidak ada yang mengetahui luka tersebut, termasuk Rama. Namun, Rama tak pernah kehabisan cara untuk meruntuhkan pertahanan tersebut. *** "Nama lo bagus, sama kayak artinya, mawar. Indah, tapi gak semua orang bisa mendapatkannya. Tapi gue yakin, gue bisa dapetin lo. Selayaknya bunga mawar, lo punya duri buat ngelindungin diri. Jadi gak sembarangan tangan bisa ngedapetin lo. Kalau ada yang nekat, paling tangannya luka kena duri. Tapi gue bisa jamin, gue adalah orang yang pantes buat dapetin lo. Walau harus terluka." -Rama Prananta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines