A Wish To Live Forever

A Wish To Live Forever

  • WpView
    Reads 153
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 3, 2020
Aku memanjat dari fana ke abadi, Mengakhiri segala pertikaian tiada akhir, Mengalahkan para dewa iblis, serta menundukkan para sang abadi, Dan berdiri di ketidakterbatasan, tanpa ada Manusia, Iblis, Dewa dan Asura, Aku tidak akan mati, dan terus hidup, Semua itu terjadi karena Keinginanku yang ingin hidup selamanya. *** From Author : Baca sampai chapter 5, baru kasih kritik dan saran, (Karya ini adalah Karya Murni milik Penulis, kalian bisa memastikannya - Jadi tak boleh Copas nih cerita)
All Rights Reserved
#245
immortal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • too beautiful to notice (YananTianjiarui)(END)
  • Whisper Of Destiny
  • Shifu and His Love Story
  • Lost In New Naruto's World [T A M A T]
  • Shansheng Wangchuan Wu Shang [END]
  • PEARL OF DARKNESS
  • Dunia Yang Sangat Kejam (Attack On Titan FanFic)(1)

short story. seorang anak tak pernah meminta kepada orangtua nya untuk dilahirkan, pun sama hal nya seperti orangtua yang tak ingin anaknya terlahir menjadi manusia yang cacat. namanya, Longshen, putra bungsu dari tiga bersaudara yang terlahir tidak sekuat kedua kakak laki-lakinya. cacat, tidak memiliki emosi, dan selalu disebut sebagai aib dari keluarga. _________ bagi Yuan wudi, terlahir sempurna adalah sebuah malapetaka. malapetaka yang siap untuk meledak kapan saja dan dimana saja. diagungkan, dipuja-puja, disanjung, dianggap sebagai sebuah aset yang berharga, ternyata tak semembahagia-kan yang sempat dia duga. justru... ini semua cenderung menyebalkan. __________ "Meskipun aku tidak menginginkan kesempurnaan ini, bukan berarti aku harus disandingkan dengan orang cacat seperti dia!" itu adalah kalimat pertama yang Longshen dengar saat kakinya menginjak istana megah yang selama ini orang-orang idamkan. namun tak seperti mereka, pemuda itu justru lebih merindukan kamar tidurnya daripada harus terjebak bersama pria yang tampaknya, memiliki tabiat dan kebiasaan marah-marah. "Aku juga tidak mau jika harus menikah dengan orang pemarah seperti kau, wahai pangeran." balasan itu bukan hanya mengejutkan Yuan wudi, melainkan seluruh anggota dua keluarga yang saat ini tengah menyaksikan pertengkaran keduanya. "Meskipun kau tidak meminta maaf, tapi aku sudah memutuskan untuk memaafkan ucapan mu barusan. Selain karena aku sudah kebal dengan kata-kata penuh hinaan itu, kebetulan aku juga sudah mengantuk. Jadi, bisa berikan jawabanmu sekarang juga? Cukup dengan berkata, ya atau tidak." "Tidak."

More details
WpActionLinkContent Guidelines