[FOLLOW SEBELUM BACA, KIW]
Dari cover sampai naskah cerita adalah murni hasil karya saya sendiri. Plagiat tidak diperkenankan membuka lapak saya ⚠
Blurb :
Pernahkah kalian mendengar pepatah 'Musuh Dalam Selimut'? Ah, sepertinya tidak asing, 'kan? Ya, itulah yang dirasakan oleh cowok tampan. Ia harus diberi pilihan, yaitu persahabatan atau cinta.
Di bumi tidak ada manusia yang sempurna. Sama halnya dengan cowok tampan yang bernama Fabian Utara Verdianto. Tampan, iya. Dingin? Jangan ditanya! Di balik muka dinginnya, ia memiliki sifat yang sangat nakal. Suka bolos, buat keonaran, sampai guru sudah nyerah menghadapi Utara.
Tentu saja, Utara tidak sendirian. Ia memiliki tiga sahabat yang selalu menemaninya, yaitu Awan, Baskara, dan Langit. Di antara ketiga temannya yang paling normal adalah Awan. Baskara dan Langit sudah dikenal sebagai playboy cap buaya.
Utara menyukai seorang siswi yang tidak diketahui oleh ketiga temannya. Perihal perasaan Utara sangat tertutup. Utara selalu memperhatikan siswi itu dari kejauhan.
Langit sempat mengira kalau Utara tidak normal, karena Utara tidak pernah cerita tentang perasaannya. Utara memang sosok misterius, ia tidak ingin kehidupannya diketahui banyak orang, cukup dirinya sendiri yang tahu.
Siapakah 'Musuh Dalam Selimut'? Siapakah orang yang ia cintai? Dan manakah yang harus ia pilih? Ah, ini sangat berat baginya! Semoga pilihannya bisa berujung bahagia.
________________________________________________
Copyright @kenharanii
Ternyata, apa kata pepatah benar.
Jangan pernah terlalu membenci sesuatu atau kau akan teramat di buat jatuh cinta sampai engkau sinting.
Seperti Januari. Niatnya untuk balas dendam dan membuat Bulan patah hati kini justru Januari yang jatuh hati.
Juga, Senja yang membenci Langit karena Cowok itu rival dalam ekskul pramuka, kini harus mengakui kalau Langit adalah cowok paling peka yang membuatnya jatuh cinta.
Lalu, Reksa Sambara. Murid silat Bulan Ayu yang salah alamat saat memutuskan untuk Jatuh cinta.
Sialnya, masing-masing dari mereka tidak tahu bagaimana cara menghentikan perasaan yang seharusnya tidak tumbuh tersebut. Yang kemudian, semua berubah menjadi sebuah tragedi berkepanjangan.
Orang-orang menyebutnya, Patah hati.