AURELLIA [TAHAP REVISI]✓

AURELLIA [TAHAP REVISI]✓

  • WpView
    Reads 3,071
  • WpVote
    Votes 1,786
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 29, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Kita pernah sama sama percaya, bahwa hujan adalah cara terbaik mengembalikan ingatan. Juga, percaya bahwa senja hanyalah sebuah persinggahan. Kamu pernah mengajakku masuk keduniamu, lalu lupa cara mencintaiku sebagai diriku sendiri. Kamu memaksa aku menjadi sesuatu yang kamu mau. Sementara, aku juga melakukan hal yang sama saat kamu ku ajak kedalam duniaku. Kita pernah benar benar berlapang dada pada hal hal yang tidak kita suka. Selalu ada pelajaran atas segala perasaan , meski terkadang tak tersampaikan.
All Rights Reserved
#21
realfriend
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • Rain And Tears [Proses Revisi]
  • ALASKAR
  • I LOVE RAIN🌧
  • Rainangkasa #2 [END]
  • IT'S YOU { END }
  • 3 Dimensi
  • Cerita Alexa

‼️F I K S I‼️ 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 (adj) : tak tergantikan 🍀🍀🍀🍀🍀 "Buat Kakak," ucap seorang wanita muda mengeluarkan sebuah amplop putih yang tercantum nama sebuah rumah sakit. "Buat aku? Rumah sakit? Kamu sakit?" tanyanya yang dibalas gelengan kepala oleh sang kekasih. Angkasa mengernyitkan keningnya, tangannya meraih amplop tersebut dan membukanya. Seketika wajahnya berubah pias seolah darah direnggut paksa dari wajahnya hingga membuat pucat sempurna seiring iris kembar legamnya menelusuri deretan kata yang tertera diatas kertas putih tersebut. "Aku hamil, Kak. Kata dokter anak kembar dan umurnya sudah 3 minggu." Seiring kalimat itu terucap, nadanya merendah hampir tak terdengar kalau Angkasa tidak memberi fokus padanya. "Gimana bisa? Senja, kita baru ngelakuin itu sekali. Enggak mungkin langsung jadi. Senja, bilang sama aku. Ini bukan anak aku kan?!" "Bukan anak kamu? Kakak nuduh aku ngelakuin itu sama orang lain, iya?" "Gak mungkin. Keluargaku gak punya keturunan kembar. Gak mungkin itu anak aku, Senja! Bilang sama aku, siapa yang udah menghamili kamu?" Setetes air terjun bebas dari pelupuk mata. Hatinya terluka begitu dalam sebab kalimat yang terucap bagaikan belati yang menyayat setiap lapisan hatinya. Senja sama sekali tidak pernah menyangka jika kalimat itu terucap dari bibir pria yang kerap kali menyatakan besarnya cinta yang dimiliki untuknya. Lantas apa sekarang? Dimana rasa cinta yang selalu digaungkan di telinganya itu? Bahkan Senja mendadak kehabisan kata. Senja seperti tak mengenal sosok didepannya. Asing. "Gugurin. Kalau kamu masih cinta sama aku, gugurin. Aku bakalan tetap menerima kamu asal kamu gugurin kandungan kamu." Kalimat terakhir yang Senja dengar sebelum kaki jenjangnya membawa tubuhnya melangkah pergi dari hadapan pria yang dicintainya itu tanpa ada niatan menoleh sedikitpun ke belakang meninggalkan Angkasa yang masih diam seribu bahasa tanpa berniat mengejarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines