SYECILIA

SYECILIA

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 3, 2020
Cerita dan kejadian ini tidak pernah diharapkan siapa pun, termasuk Syecilia. Tidak ada yang pernah menyangka, bahkan sampai saat ini Sye sendiri masih berharap kalau yang terjadi selama ini hanya mimpi buruk yang panjang. Orang tua mana yang tega menyakiti darah daging nya sendiri? Orang tua mana yang tega sedikit demi sedikit melemah kan mental dan fisik seorang anak kandung nya sendiri? Ya, memang takdir begitu menyakitkan. Terlebih lagi kejadian 7 tahun yang lalu. Luka nya masih sangat membekas di hati Syecilia. "Sakit pa, hiks maafin Sye. Sye bener bener ga sengaja hiks.". Sye berkata lirih, semenyedihkan itu memang, tapi kenyataannya pria paruh baya yang tengah menendang hingga membanting tubuh Sye tidak akan memberikan ampun sedikit pun untuk nya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berikan Aku Rumah [Revisi Alur]
  • Lotus ⚠️ End
  • Alone [END]✓
  • PRINCESS BAR-BAR (SUDAH ADA DI E-BOOK)
  • Berserah Padamu ya Allah {Story 5}.
  • Meneroka Jiwa 2
  • Dirga & Aletta (21++)
  • Cahaya di Negeri Jiran (COMPLETE)
  • GARIS LUKA

Prolog: Humaira selalu bersikap baik kepada siapapun. Bahkan, kepada orang yang menyakiti perasaannya. Humaira adalah orang penuh kasih, orang yang selalu tertawa dan menghibur, akan tetapi ... setiap kali ia melindungi orang yang selama ini ia sayangi dengan hati yang tulus. Justru, itu adalah orang yang menyakiti perasaan, lebih menyakitkan dibandingkan orang yang membencinya secara terang-terangan. Ibunya sendiri. Ibunya sendiri orang yang ia sayangi, sekaligus orang yang selalu menorehkan luka. Berbeda dengan Lia, ia hanyalah gadis keras kepala yang orang orang kenal. Ia adalah orang yang paling keras ketika menegakan kebenaran, paling keras ketika berargumen, serta paling mengerti detail kecil seseorang. Lia tidak sama seperti Humaira, Lia adalah gadis yang berani membalas orang yang menyakitinya. Jika ia dikhianati oleh orang yang paling ia percayai, ia tak membalas dengan omongan. Ia membalas dengan menghancurkan kehidupan orang itu, hingga orang itu putus asa. Ia bukanlah pemaaf seperti Humaira. Ia lebih baik menjadi iblis daripada menjadi seseorang yang memakai topeng.

More details
WpActionLinkContent Guidelines