Menceritakan tentang seorang gadis, dengan pengalaman buruk bahkan kesalahan yang amat fatal baginya.
Perlahan gadis itu pun berubah, bukan orang yang memandang dengan ibarat "cahaya" melainkan sebaliknya.
Orang-orang tidak ada yang mendekati dirinya, kecuali orang bodoh dan tak berguna. Begitulah orang beragumen tentangnya.
Seiring berjalan waktu, gadis itu pun mempunyai teman. Teman, yang benar-benar yang menggangap diri nya pantas untuk di temani. Dan hubungan itu pun, menjadi lebih spesial.
Seseorang yang diam-diam mengamati dari jauh, mulai terusik dengan sifat gadis itu.
Mengapa dia berbeda?
Mengapa dia mengabaikan dirinya?
Entah kekuatan dari mana, ia mempunyai nyali se-besar itu. Sampai akhirnya..
"Heh, lo kenapa si?" Ucap seseorang pada si gadis.
Bukan menjawab melainkan, gadis itu melihat pemuda itu sekilas dengan tatapan datar, lalu ia melewati pemuda itu.
"Shit, lihat nanti." umpatnya dengan senyuman smirk.
"Kita putus!"
Dua kalimat terlontar dari mulut seorang lelaki yang baru berusia 13 tahun. Matanya menatap wanita yang ada di depan dirinya dengan kekesalan.
"Kenapa?"
Berbeda dengan sang lelaki, raut wajah gadis itu terlampau tenang.
Lelaki itu membulatkan kedua matanya. Tak habis pikir dengan gadis di depan nya.
"Kenapa?!. Kamu masih mau bilang kenapa?, gak ingat kamu pergi tanpa kabar sama sekali, kamu hilang dua minggu dari asrama dan kamu gak pernah kasih aku kabar tentang keadaan kamu!" Emosi lelaki itu semakin meningkat.
"Kamu gantung aku tahu gak!"
Melihat sang gadis hanya terdiam, lelaki itu pun berbicara kembali.
"Asal kamu tahu ya, aku udah pacaran sama rhea. Dia sangat baik, dia bahkan lebih cantik dari kamu, dia bisa ngertiin aku, gak kayak kamu yang-
Sebelum lelaki itu menyelesaikan ucapan nya, sang gadis sudah lebih dahulu berlari meninggalkan dirinya.
"Dasar cewek dingin gak punya hati!!" Teriak sang lelaki karena masih menyimpan banyak kekesalan.
Sang wanita terus berjalan dengan cepat, namun telinganya masih bisa mendengar jelas perkataan terakhir dari sang lelaki.
"Dasar cowok sok kegantengan!" Gerutunya dengan menahan amarah.