Unexpected

Unexpected

  • WpView
    Reads 130
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 9, 2025
DIJODOHKAN...... Alur kehidupan memang tidak bisa di tebak, bertemu kembali dengan teman semasa Sekolah. Seorang yang kamu kagumi sekaligus mantan pacar sahabatmu. "Kau dan aku....kita ga mungkin bersama".... "Why?" " Kita sangat berbeda baik pekerjaan, gaya hidup , hobi semuanya beda. dari pada buang-buang waktu lebih baik kita hentikan disini sekarang!" " Orang bilang jodoh adalah cerminan diri, mungkin bagi kamu kita jauh berbeda tapi kalau aku nyamannya sama kamu, what should I do?" "Aku..." maybe, jodoh. kita ga akan pernah tau sampai ngalamin sendiri kan? yah dicoba aja dulu!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Masya Allah Zaujati || Cinta Dalam Doa [ END ]
  • Bayangmu dalam Bayanganku(STOP)
  • Om, Ayo Nikah!
  • Senja Assyifa [COMPLETED]
  •  Six Kizi
  • Marriage With An Old Man (?)
  • ILALANG (TAMAT)
  • Syakila
  • DIJODOHIN
  • Takdirku Untukmu (END)

Bagaimana rasanya, saat dijodohkan dengan orang yang selama lima tahun terakhir kita labuhkan dalam doa? Dan bagaimana pula, rasanya mencintai seseorang yang bahkan kita sendiri tak tahu siapa namanya? Allah mentakdirkan mereka untuk bersama. Perjodohan yang awalnya tak diinginkan, menjadi suatu hal yang sangat mereka syukuri. ****** "Abi akan jodohkan kamu, dengan pria pilihan Abi." Satu kata yang membuat Haina terkejut, jodoh. "Nana butuh waktu," kata Haina. "Berapa lama?" tanya pria itu tanpa menatap gadis yang akan di jodohkan dengannya. Haina menunduk. "Aku butuh waktu dua Minggu, untuk menilai sikapmu." ****** "Dan Alhamdulillah, Allah mendengar doaku selama ini. Tak sia-sia aku memperjuangkan mu selama lima tahun dalam doa. Untuk selamanya, aku akan terus berdoa yang terbaik untuk hubungan kita." Azam menangkup pipi Haina yang terhalang cadar, lalu mengecup dahinya cukup lama. "Kakak tau? Aku pun sama. Sejak saat itu, aku mengagumi Kakak. Aku Mulai menyebut Kakak di doaku." tutur Haina. ****** Happy reading all! #Love #September_stars #April_finish

More details
WpActionLinkContent Guidelines