Antologi Cinta Pertama

Antologi Cinta Pertama

  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 15, 2020
Kumpulan narasi dari Tiga Pagi . . Pernahkan kalian mencintai seseorang sebegitunya? . . Pernahkan kalian berfikir bahwa orang yang saat ini kalian cintai saat ini suatu saat akan berbalik mencintai orang lain? dan disaat yang sama kalian dipaksa untuk belajar mengikhlaskan kepergiannya? . . Pernahkan kalian berpikir bahwa cinta itu bisa mengalahkan segalanya namun realita berkata berbeda? . . Pernahkah kalian berpikir bahwa pada akhirnya cinta yang kalian agung-agungkan ternyata tidak membawa kisah kalian kemana-mana selain menumbuk luka demi luka? . . Pernahkah pernahkah dan pernahkah cinta yang kalian perjuangkan sedemikian rupa berakhir dengan satu senyuman yang melekat di setiap simpul bibirnya dan kalian belai bibirnya dan perlahan kalian cium perlahan sambil berucap "mulai saat ini, aku ingin setiap jengkal nafas yang kuhembuskan ditiap detiknya terbesit satu kalimat //aku menyayangimu tanpa karena//aku menyayangimu tanpa alasan//dan kamu adalah satu-satunya alasan mengapa aku harus tetap berjuang, melawan takdir yang siap kapan saja menembakku dan menghapus jejakmu di setiap jengkal ingatanku//Aku menyayangimu"
All Rights Reserved
#68
narasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • AILAH(END)✅
  • Mahligai Sunyi
  • Raga Kecil
  • Antara Dendam dan Cinta
  • CINTA UNTUK SENJA
  • Hujan Yang Tak Merindukan Pelangi [ORINE]
  • A Scratch For Sanguinis [Orine]
  • NYAMAN. (Lilynn & Orine) 48 Gen 12
  • CERPEN (END)

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines