Story cover for Bittersweet by Atha45
Bittersweet
  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 6
Ongoing, First published Sep 30, 2020
"Gue bantuin lo deketin kak Bagas, gimana?" 

Gue melongo mendengar tawaran Arya. Bukan cuman gue kaget dengan yang di tawarkan tapi ini Arya! Makhluk ajaib yang gue gak bisa tebak sedikitpun tingkah lakunya. 

Dengan sedikit gak percaya gue bertanya, "yakin lo? Jangan bilang lo bakal minta ginjal gue satu buat bayarannya."

Arya terkekeh. Sorot matanya tak bisa di tebak. "Buat bayarannya masih gue pikirin. Jadi gimana? Mau gak? Kesempatan begini gak dateng 2 kali."

Gue meneguk saliva gue kasar. Gue tergiur dengan tawarannya tapi.. "tapi lo juga jomblo, mana bisa lo comblangin gue."
All Rights Reserved
Sign up to add Bittersweet to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
I'm Into You, Lily ✓ by Unch_Kiyowo
65 parts Complete Mature
Folder 1. Aku Padamu kak Erza Folder 2. Aku Padamu Lily Kalau aku disuruh menggambarkan sosok Erza Regawangsa, aku akan jawab, tahu perosotan waterboom? Nah, itu hidungnya. Tahu semut rang-rang? Nah itu alisnya. Tahu triplek? Itu mukanya. Tahu beruang kutub? Mereka teman akrab, sama-sama dingin. Tahu pangeran berkuda putih? Ini, nih yang aku males bilang, mereka emang beneran mirip gantengnya. Kalau kalian pikir aku bakalan klepek-klepek hanya dengan sekali kibasan rambutnya, atau langsung meleleh cuma melihat mata jelaganya yang tajam, kalian salah besar. Aku bukan bagian dari sekumpulan cewek-cewek pengagum sosok Erza. Aku sebagian kecil, atau cuma aku satu-satunya cewek di SMA Saga yang memendan dendam kesumat sampai ke ubun-ubun. Kalian pengin tahu kenapa sebegitu bencinya aku sama dia? Mendekat sini, aku bisikin alasannya. Sahabatku, Vina saja tahu semua. Aku gak akan biarin kalian terserang demam tinggi hanya gara-gara memendam penasaran akut. "Pada suatu hari yang cerah, cerita ini dimulai ketika ...." "Lily!" Bahaya! Aku harus segera melarikan diri. Maaf, mungkin belum saatnya aku memberitahukannya sekarang. Ini masalah kelangsungan hidup dan matiku, tergolong sangat darurat dan sedang aku pertaruhkan. Aku janji akan menceritakannya sampai benar-benar tamat jika kalian mengikuti perjalanan paling mengenaskan selama aku jadi peserta didik baru di SMA ini. Bye-bye! "Lily berhenti sekarang juga! Di saat kaki-kakiku berlari menelusuri koridor, kepala dengan komando sendirinya memutar ke belakang hanya untuk memastikan entitas si muka triplek dan wajahnya semerah pantat babon. Lampu merah! Peringatan keras! Dia benar-benar sangat marah.
You may also like
Slide 1 of 9
Anak Kecil Ngomongin Cinta? cover
Living with Brothers  [TAMAT]✓ cover
I'm Into You, Lily ✓ cover
ARENA cover
Amērta. cover
World Of Magic [2] cover
VINDEYLI cover
ArKa (End) cover
Love Letters [END] cover

Anak Kecil Ngomongin Cinta?

53 parts Complete

TAK KENAL MAKA TEMENAN! ADA BAIKNYA FOLLOW SEBELUM BACA HIHI BERTEMAN ITU INDAH KAWAN, BOLEH CHAT AKU JIKA MAU NGOBROL-NGOBROL ATAU KENALAN (siape elu, ngapa gua harus kenalan sama elu? Sok akrab bet dah ngajak ngobrol wkwk) Beri dukungan dengan vote dan komen yang membangun. Terima kasih sebelumnya, selamat menikmati cerita yang agak bucin ini 😂 Anak kecil ngomongin cinta? Bagaimana rasanya jika ada yang lebih muda dari kamu menyatakan cintanya padamu. Diterima atau ditolak? Semua tergantung ya. Kalau aku, ya gitu. *** "Kak, Arash pengen pacaran deh." "Ya pacaran atuh. Emang dilarang sama abang? Atau sama Ayah Ibu?" "Enggak sih." "Ya terus? Ceweknya gak ada?" tanyaku mengejek. "Ada, tapi Arash malu," kata Arash cengengesan. "Utarain, dicoba gak ada salahnya. Takut di tolak?" Arash mengangguk. "Kalau di tolak, ya kejar lagi. Jangan nyerah gitu aja kalau kamu bener- bener sayang sama dia." "Kalau gitu, kakak mau gak jadi pacar aku?" aku menatap Arash tak percaya, jadi perempuan yang di maksud itu adalah aku?