Love Story

Love Story

  • WpView
    Reads 162
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 4, 2020
Siapa bilang bahwa jatuh cinta itu menyenangkan, bahkan dari namanya saja sudah terlihat sakit. Mungkin kehilangan bukan sebuah keinginan, namun dengannya kita bisa mengerti arti cinta yang sesungguhnya. Kesendirian memang bukan pilihan. Bahkan aku kerap mendapati luka sendiri. Saat aku mulai menatap kedepan mengapa semesta seakan enggan menoleh. Aku menunggu dengan ketenangan. Hingga aku merasa lepas landas. Hati ini serasa kosong, tiada penghuni lagi. Selepas ia pergi, hatiku seakan terkunci lebih dalam lagi. Siapa yang membantuku mengobati lukaku? Perihal hati yang mengikis terkuras habis. Aku tak memperdulikannya lagi. Hatiku sudah teramat sangat tersakiti. Hingga engkau hadir memberi sejuta mimpi. Seakan hati yang dulu rapuh perlahan terobati. Mengenalmu suatu keindahan. Menjatuhkan hatiku untukmu? Maaf mungkin itu sebuah kesalahan. Jika nanti aku tak bisa membawa pergi ke masa dimana engkau menciptakan kebahagiaan setidaknya aku tak membawamu lebih dari luka yang kau pendam. selamat membaca❤️ don't forget to vote, comment, and ShareThis
All Rights Reserved
#89
masakuliah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Diary Zofanya
  • TITIK LUKA
  • Hopeless
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • Paradise
  • Seperempat Aku dalam Dunianya
  • Don't Leave Me [END]
  • ASTER
  • 0°Celcius [End]
  • First Love And Last Love(✔)🔚

Setidaknya aku ingin merasa kali ini jiwaku hidup. Aku selalu menunggu sinar bulan untuk menerangi kegelapan malam ku. Aku selalu menunggu mentari datang menyapa menyambut pagi ku. Tapi sayangnya, semua itu tak pernah lagi kurasakan. Setiap hembusan nafasku, rasanya selalu mencekik di pangkal tenggorokan ku. Seolah-olah dunia memang tidak menginginkan aku untuk ada. Aku benci keadaan ini. Aku lelah. Tapi aku tak bisa menyerah untuk saat ini. "Bisakah kamu hadir hanya untuk menyembuhkan luka ini sekejap saja? aku sakit Ga" aku menekuk lutut di sudut kamar dengan air mata yang tak berhenti jatuh membasahi pipi putihnya. Jemarinya kuat mengepal, merefleksikan bahwa ia sedang sangat ketakutan. Kusematkan namamu dalam hatiku. Sejauh apapun dirimu saat ini, aku akan selalu membawamu mengabadi. Argio Devanandra. Dalam relung hatiku, aku katakan aku mencintaimu. Dari masa lalumu Zofanya Anggia Putri

More details
WpActionLinkContent Guidelines