SI FOBIA CEWEK

SI FOBIA CEWEK

  • WpView
    Reads 166
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 21, 2020
Suatu negara mungkin bisa dikatakan damai, tapi itu semua hanya jebakan media saja, pada kenyataannya antar negara masih saling menyerang satu sama lain, entah itu melalui kekuatan militer, atau pun kekuatan media, di suatu hari, ada seorang ilmuan yang menciptakan suatu senjata unik nan kuno, senjata itu memiliki kekuatan yang tiada tandinganya, tetapi, tidak semua orang bisa memegannya, dan hanya satu orang lah yang bisa memegan senjata itu, yaitu profesor itu sendiri, namun naas, profesor itu menghilang entah kemana dan meninggalkan sebuah catatan yang menyatakan bahwa akan ada seseorang laki-laki yang bisa memegang semua senjata kunoh tersebut, dari situ lah, seluruh negara mencari info tentang laki-laki yang bisa memegan senjata itu, akan tetapi pencarian tersebut tidak membuahkan hasil, dan akhirnya, seluruh negara meneliti senjata kuno tersebut dan menciptakan senjata yang serupa dengan senjata kuno itu, akhirnya diketahui, seluruh senjata yang mereka ciptakan hanya bisa di pegang oleh cewek saja, akhirnya seluruh kalangan cewek remaja harus diwajibkan ikut serta dalam latihan militer untuk menghadapi perang yang akan datang. ramadan dio diningrat, seorang mahasiswa berumur 20 tahun yang megidap penyakit yang langkah, yaitu gynopobia, atau fobia terhadap cewek. dia harus bertahan hidup dengan penyakit langkah tersebut, namu sialnya rektor dari kampus yang iya jalani memberitahu kalau ramadan akan dipindahkan ke kampus lain, saat ramadan pindah ke kampus tersebut, dia kaget ternyata kampus itu adalah kampus militer cewek, sekarang, mampu kah ramadan bertahan hidup dengan penyakitnya?, atau penyakit yang ia derita akan semakin buruk?.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Saujana Sandyakala ~ Completed
  • Gejolak Di Bumi Animha
  • Cewek Agresif VS Cowok Polos (TAMAT)
  • Rindu
  • 𝐎𝐀𝐒𝐈𝐒 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐈𝐊𝐈𝐒?
  • MILITARY UNIFORM ● DUTY AFTER SCHOOL [CERPEN]
  • Largest Caliber
  • [HIATUS] Between Obsession And Love
  • Eleftheria

"Kecil, cengeng, ribet, berisik, penakut lagi,"ucap seorang pria mendengus sebal. Kira-kira begitulah komentar Prawira tentang istrinya. Bukan tentang romansa untuk menggoda. Sayangnya dia mengatakan dengan logika. Begitu risihnya pria itu dengan istrinya. -&- Nilam, gadis muda yang memilih menikah dengan pria dengan perbedaan usia 16 tahun. Banyak orang yang mengatakan dirinya hanya mengejar harta jika adanya perbedaan sejauh itu. Sayangnya pria yang dia nikahi adalah pria sederhana, temperamen dan dingin. Padahal di saat yang sama dia bisa mengubah status kehidupannya begitu bahagia dengan pria seusianya dengan karakter sabar dan lemah lembut. Apalagi secara finansial, jauh lebih baik dari pilihannya. Wira, suami yang dipilih Nilam sama sekali tidak mengandung kelebihan selain cerdas. Pria itu juga tidak romantis apalagi mengerti dengan pola pikirnya. Tapi apa yang dia katakan bukannya pemanis. Karakternya memang temperamen. -&- "Nilam. Pernikahan itu hanya sekali. Dengan menikah kamu menyerahkan seluruh kehidupanmu pada suamimu, sayang. Pria temperamen itu tidak pantas denganmu. Kenapa kamu mencari neraka saat dihadapkan dengan surga?"tanya Ibunya mengusap pelan kepalanya. "Mungkin Nilam terlihat bodoh, Bu. Tapi kalau semuanya berpikir demikian, siapa yang akan bersama dengannya? Nilam ingin menjadi kedamaian baginya saat amarahnya memuncak,"ucap gadis itu tersenyum lebar. -&- "Coba jawab aku, bagaimana aku bisa lupa? Setiap aku melihat diri ku di cermin, aku selalu menatap kedua matanya? Bahkan jika aku mengenal perempuan lain, aku pun melihat dengan kedua matanya. Aku ikhlas. Tapi aku tidak mau durhaka pada istriku karena masih memiliki perempuan lain dalam benakku. Jangan buat aku semakin tenggelam dalam kesalahan, Pram. Jangan kamu pikir aku tidak berusaha untuk membuangnya. Namun apa yang ku dapat? Semakin aku mencoba, perasaan itu semakin tumbuh, Pram,"ucap Wira frustasi. -&- Salam hangat, Aku yang masih mencintainya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines