Heidy
  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 1, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Maa! Liat kaca mata Dafa gak?" "Mii!! Boxer Davin dimana?" "Maa!!" "Mii!!" "Mii!!" "Maa!!" "Haduh, apa sih Vin?! Mama tuh lagi siapin sarapan" Mama menyahuti teriakan Davin yang sibuk mencari boxer nya "Mami taruh di mana sih, Mi??" "Haduhh, Mama lupa!!" Kalau kalian jadi gue, kalian bakal setuju sama apa yang gue lakukan sekarang. Memakai headset di telinga sambil mendengarkan musik jauh lebih bagus untuk kesehatan telinga gue, ketimbang harus dengerin Mama dan adik adik gue yang serasa di hutan belantara. Papa adalah manusia dengan segala kelebihannya. Di mata gue, Papa selalu lebih punya pola pikir yang matang tentang apa yang dia buat untuk keluarga kita. Segala peraturan yang Papa buat semata-mata hanya untuk gue dan adik adik gue bisa hidup lebih baik dari dia dan Mama. Pokoknya bicara soal keluarga gue gak akan ada habisnya. Karena bukan cuma tentang Papa, Mama, gue atau Dava sama Davin tapi selalu ada keluarga 'lain' tak kasat mata, yang minta ikutan di bahas juga. Kan ribet. -Heidy-
All Rights Reserved
#37
gosh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Xyzie Andrean
  • 27 FEBRUARI
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • DeKaNa (END)
  • GAVIN
  • Yang Terlupakan
  • RAGARA [ on going ]
  • save me

Jangan lupa vote yakhhh Sekalin follow mwhwhwh Kalo gak suka sama ceritanya, gk usah di baca XYZIE ANDREAN ALEXANDER DE VANDER 10 bulan telah berlalu begitu saja selama itu pula perubah terjadi kepada duo keluarga yang dulunya sangat bahgia dan salalu ada gelak tawa setiap harinya kini tergantikan dengan kesedihan semenjak permata mereka terbaring lemah tak berdaya di atas bangkar rumah sakit Tit Tit Tit Apa mimpimu terlalu indah sampai-sampai kau tak mau membuka matamu " Ayo buka matamu kami semua menunggumu di sini" Dad merindukanmu apa kau tak merindukam daddy" Kata itu terusaja terlontarkan dari mulut pria berkepala tiga itu duduk di samping bangkar rumah sakit,kadang ia juga akan mengajak anaknya berbicara walau ia tahu tidak akan ada jawaban sama kali hal itu sudah menjadi rutinitas baginya jika ia datang keisni ia akan berbicara mau itu tentang pekerjaan atau kluarga

More details
WpActionLinkContent Guidelines