Story cover for RENATA (On Going) by erlyn_s
RENATA (On Going)
  • WpView
    Reads 441
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 12
  • WpView
    Reads 441
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 12
Ongoing, First published Oct 01, 2020
Wira dan Rena. Kedua makhluk dingin itu sebetulnya sudah saling mengenal sejak kecil. Rena mengenal Wira sebagai bocah tengil yang selalu mengusik hari-harinya sejak 10 tahun silam mulai saat Rena pindah ke Bandung dan bertetangga dengan Wira. 

Disekolah, mereka berada di kelas yang berbeda.  Rena adalah senior satu tingkat. Sementara Wira saat itu adalah bocah tengil ga ada akhlak. 

Wira dengan sejuta aksi jailnya, memanggil Rena dengan sebutan Mak Lampir. Seantero sekolah sudah hafal betul, jika Wira dan Rena bertemu, akan terjadi perang bar-bar.

Namun sebuah tragedi menyebabkan permusuhan mereka seketika berubah menjadi kutub es yang beku. 

Rena yang setahun menganggur setelah lulus SMP kini bukan lagi seorang senior untuk Wira. 

Ketika takdir mempertemukan mereka kembali di SMA di dalam kelas yang sama, mereka justru pura-pura tak saling mengenal. 

Jangankan perang barbar, tegur sapa pun tak ada. 

Rena kini terkenal sebagai gadis dingin yang angkuh, sementara Wira yang masih dengan tatapan teduhnya, merubah image menjadi sosok pria menawan dengan pembawaan tenang.
All Rights Reserved
Sign up to add RENATA (On Going) to your library and receive updates
or
#67cewekcool
Content Guidelines
You may also like
ANTAGONIS MOTHER || REVISI by kolormerahjambu
29 parts Complete
"Jadi cewek badass itu bukan pilihan, tapi keharusan-apalagi kalau hidup lo tiba-tiba jadi karakter paling sial di novel orang lain!" "Cewek tangguh itu bukan yang nggak pernah nangis, tapi yang bisa ngasuh dua anak sambil nyari suami baru dan tetap glowing di dunia fiksi!" Clara Adhiya, alias Ara, cewek SMA biasa yang hidup damai di dunia nyata. Bukan cewek cantik ala drakor, bukan juga orang kaya yang bisa beli skincare tiap minggu. Tapi soal cowok ganteng? Jiwanya selalu tergerak. Demi keturunan yang cakep, Sist. Tapi tiba-tiba... BRAKKK! Dia bangun bukan di kasurnya, tapi di dunia novel yang dulu cuma dia baca doang. Dan parahnya lagi, dia masuk ke tubuh ibu-ibu kere antagonis, punya dua anak, dan dicap nyebelin sama semua tokoh utama. "Astagfirullah... ini siapa anak-anak ini? Kok manggil gue mama? MAMA SIAPA?!" Tiba-tiba dari yang biasanya cuma nyari cowok buat konten story, sekarang dia harus: ✅ Ngasuh anak ✅ Ngurus dapur ✅ Survive dari dunia fiksi yang pengen dia ubah ending-nya ✅ Dan ya... nyari suami baru kalau sempat 😌 "Ubur-ubur ikan lele~ jadi janda itu enggak easy~ tapi gua bukan Clara kalau nggak bisa dapet cowok baru sambil masak nasi~" Kehidupan Clara berubah jadi reality show absurd: drama, komedi, air mata palsu, dan cinta sejati (semoga). Tapi meski hidup jungkir balik, Clara tetap punya satu prinsip: "Kalau hidup udah chaos, ya ditertawakan aja. Sambil skincare-an." 📛 WARNING: Tingkah Clara mengandung unsur kebodohan yang tidak layak ditiru. Kecuali kamu mau jadi janda fiktif dua anak. 😩🙏🏻 --- Kalau kamu suka cewek lucu, ngasal, penuh akal, dan bisa ngelawak sambil multitasking jadi mama, yuk ikutan masuk ke dunia chaos ini. Karena kadang, jadi tokoh antagonis itu justru paling seru 😎
You may also like
Slide 1 of 10
Possesive Playboy cover
Complicato [END] cover
ANNAYYARA (On going) cover
The Letter From Korea cover
RAYFA[END] cover
PACARNYA BOO (Sudah Terbit) cover
ANTAGONIS MOTHER || REVISI cover
TENDER✔ [ COMPLETE ] cover
A Game of Fate [TELAH TERBIT] cover
Cloud Love (Part 1 Completed) cover

Possesive Playboy

90 parts Complete

Nareshta Ravaleon Arkana, si tampan populer di SMA Ganesha. Playboy sejati yang tak pernah kehabisan daftar nama cewek untuk ditaklukkan. Baginya, cinta adalah permainan dan perempuan hanyalah selingan. Semua bisa datang dan pergi ... kecuali satu. Askara Renaffea, sahabat sekaligus satu-satunya cewek yang tak pernah bisa ia sentuh sepenuhnya, tapi juga tak sanggup ia lepaskan. Kara adalah tempat Naresh pulang tanpa pernah diberi kepastian. Ia satu-satunya yang membuat Naresh memiliki rasa peduli bahkan posesif. Tapi perhatian itu nyatanya bukan anugerah melainkan jerat tak kasat mata. Kara terjebak di antara harapan dan kenyataan yang tak pernah berpihak. Naresh tak pernah bilang cinta. Tapi tak rela melihat Kara dimiliki orang lain. "Lo suka sama gue?" tanya Kara. " Nggak! Tapi lo tetep punya gue!" "Lo egois, Resh."