ANGGARAYLA

ANGGARAYLA

  • WpView
    Reads 6,370
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 20, 2021
Warning⁉ -Mengandung unsur kekerasan dan psycho -Mengandung kata kata kasar -Direkomendasikan 14+ Menurut remaja lainnya kehidupan remaja itu harus diisi dengan kesenangan dan percintaan. Tapi tidak bagi pasangan remaja satu ini, yaitu pasangan Angga dan Ayla. Mereka malah memilih untuk menjalani kehidupan di dunia hitam yang kejam dan sadis. 'King of Darkness dan Queen of Darkness' itulah julukan Angga dan Ayla di dunia hitam. 'Pasangan psikopat' adalah julukan untuk pasangan Angga Ayla. Banyak rintangan dan bahaya yang harus mereka hadapi dan jalani. Selain itu, banyak juga yang ingin menghancurkan hubungan mereka justru malah lawannya yang akan sengsara. Nyawa adalah taruhan. Salah mengambil langkah maka akan berujung kehancuran. Prinsip hidup ayla dan angga : "Setetes darah di balas dengan aliran darah" - Rayla Kirana Alexander. "Jika berani mengusik berani menerima balasannya" - Anggara Alvino Bagaskara. Simak ceritanya! Jangan sampai ketinggalan! Selamat membaca! Real pemikiran sendiri!
All Rights Reserved
#384
bobrok
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALZEA : FEATURED SOULS
  • MY MATE IS DARK QUEEN [END] [SUDAH TERBIT DI INNOVEL]
  • DANGEROUS REVENGE
  • Devil's and Angel's
  • [END] Pshycopath Romance
  • "Algantara Delano Arlaska"
  • ASIA

Algesa liar, berantakan, dan terlalu akrab dengan kehancuran. Zea cantik, tapi matanya menyimpan luka yang tak bisa dijelaskan. Orang-orang berkata hidup adalah soal pilihan. Tapi bagi Algesa Axeliano Ravanaugh, hidup hanyalah sisa napas dari keputusan orang lain. Ia tidak pernah meminta untuk dilahirkan, apalagi tumbuh besar di rumah yang dipenuhi darah, teriakan, dan kebohongan. Setiap langkah yang ia ambil adalah pelanggaran. Bocah pemberontak yang menantang dunia karena dunia lebih dulu menghancurkannya. Ia melawan. Melawan dunia yang telah merenggut Bundanya. Melawan ayah yang seharusnya sudah terkubur sejak lama. Malam itu, di jembatan tua yang dingin menusuk tulang, Algesa tidak mencari apa pun. Ia hanya ingin diam. Tapi justru di sana, dalam gelap yang lengang, ia menemukan sesuatu yang tak terduga, sepasang mata yang tak asing. Bukan karena ia mengenalnya. Tapi karena luka yang tersembunyi di balik sorotnya terasa terlalu akrab. Zea. Ia bukan gadis baru. Bukan pula gadis baik-baik. Tapi ada sesuatu dalam caranya berdiri, dalam diamnya yang membatu, yang membuat Algesa terus melangkah. Bukan karena ia cantik. Tapi karena ia rusak. Sama seperti dirinya. "Kenapa... lo nolongin gue?" tanyanya lirih, tubuhnya gemetar tak hanya karena dingin, tapi juga karena luka yang terlalu lama disimpan. Algesa menatapnya lama, diam tanpa ekspresi. Petir menyambar di kejauhan, memperjelas gurat tajam di wajahnya yang basah. Tapi kemudian sudut bibirnya terangkat, membentuk seringai kecil, dingin, ambigu, tapi entah mengapa terasa jujur. "Mungkin karena gue suka ngerusak hal-hal yang hampir rusak." ALZEA : 05. April. 2025 By : Rossa Ig : @rossaroxie @_chaterinee

More details
WpActionLinkContent Guidelines