TROUBLE LOVE [On Going]

TROUBLE LOVE [On Going]

  • WpView
    Reads 73
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 2, 2021
[Follow Sebelum Membaca] Larasati Maharani, seorang gadis yang belum bisa move on dari sang gebetan, membuat dirinya masih terjebak di dalam perangkap cinta buta. Dia selalu memuja Devan, padahal laki-laki itu tidak pernah peduli apa yang Laras lakukan. Laras seakan menutup hatinya untuk laki-laki manapun, yang ada di otaknya hanya Devan dan Devan. Namun, suatu hari Laras seperti dihantam batu yang besar. Ia harus menerima bahwa Devan mencintai gadis lain dan akan segera melangsungkan pernikahan. Laras hancur. Sekarang, hanya ada rasa hampa dan kosong di hatinya "Cinta itu seperti pelangi ya, hadirnya cuma sesaat. Tapi, luka yang ia tinggalkan begitu membekas." --- Larasati Maharani. *** "Ras, obat mujarabnya penyembuh hati itu cuman satu. Cari pengganti!" "Maksud lo apa ngomong kayak gitu sama gue?!" "Lo bisa anggap gue jadi penggantinya Devan," lirih laki-laki itu pelan. "LO GILA?!" "Terima ajakan gue, Ras. Gue pasti akan bikin lo bahagia. Gue janji." "Apa yang bikin lo mau perjuangin gue Aby? Gue bahkan gak cinta sama lo!" "Gue tau. Tapi, bukan berarti gue gak bisa buat hati lo terbuka buat gue kan, Ras?" *** Vote dan komen untuk memberi semangat kepada penulis aba-abal ini :) Start : 17 Januari 2021 End :
All Rights Reserved
#504
couplegoals
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • ON SIGHT (Completed)
  • Bertaut Rasa (Gratis)
  • 𝑷𝒆𝒍𝒖𝒌𝒂𝒏 𝑺𝒂𝒂𝒕 𝑺𝒆𝒏𝒋𝒂  (𝙀𝙉𝘿)
  • No Longer Mate
  • Aku Atau Dia! (COMPLETE)
  • Because I'm Stupid (End)
  • Evando&Seraphine [END]

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines