LACUNA (Jilice)

LACUNA (Jilice)

  • WpView
    Leituras 14,915
  • WpVote
    Votos 1,515
  • WpPart
    Capítulos 20
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, dez 23, 2020
WpInfo
Ficção
Romance
Dari sekian banyak nya planet, aku terjatuh di Bumi. Dari sekian banyaknya negara, aku Tumbuh di Korea. Dan dari sekian banyaknya laki-laki, kenapa aku harus jatuh cinta denganmu? Kamu yang bersinar begitu terang, sangat sulit dicapai. Kamu yang level kehidupannya sangat berbeda dengan diriku. Iya, siapa aku? Yang berani mengharapkan Cinta dari seorang GDragon. Kadang aku merasa, takdirku sendiri yang mempermainkan perasaanku. Aku tidak bisa memilih, tau-tau saja takdir dan hatiku mengharapkan seseorang GDragon itu. Dan aku? Adalah Lisa. Bukan siapa-siapa.
Todos os Direitos Reservados
#34
ygent
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Introducing Me (New Version)
  • If I Leave (JENLISA) ✔️
  • Band Aid
  • Cardiac Arrest
  • First And Last
  • Born Hater (JiyongXLisa)
  • Like a Romance Drama
  • Summer Storm || Hunlice ✓
  • "IDK (I Don't Know)"
  • Strawberries and Cigarettes

Aku si itik buruk rupa yang ditinggalkan ibuku. Aku melihatnya bertengkar kala itu, marah dan memukul pria di depannya, laki-laki yang aku pikir ayahku, tapi tidak pernah sudi aku panggil begitu. Keesokan harinya, setelah pertengkaran hebat, ia membawaku keluar dari rumah. Kami naik ke sebuah taksi, melewati banyak gedung. Gedung-gedungnya kelihatan begitu besar, bak monster, sebab mereka tidak punya bendera, dinding batu dengan warna-warna cerah seperti kastil dalam anganku, ketika itu. Aku terus melihat ke jalanan di luar, halte-halte bus yang kami lalui, persimpangan jalan yang sialnya terlihat mirip satu sama lainnya. Aku tidak bisa membedakannya. Lalu taksi berhenti, tanpa mematikan mesinnya supir taksi itu menunggu kami untuk turun. Ibuku tidak membayar ongkos taksinya, jadi aku bertanya-tanya, apa supir taksi itu akan terus menunggu sampai ibuku membayarnya? Namun ibuku tidak menjawabnya. Ia menelepon, bicara entah pada siapa lalu memberiku sebuah amplop. Amplop bekas, berwarna coklat yang sudah usang. Hal yang selanjutnya terjadi, aku ditinggalkan. Ibuku kembali masuk ke dalam taksi, melaju pergi setelah memintaku menunggu sebentar di sana. Setelah ia memberitahuku, kalau aku harus menunggu Bibiku di sana. Aku si itik buruk rupa yang ditinggalkan, namun kisah ini bukan tentangku. Ini tentang Bibiku, seorang luar biasa yang aku harap adalah ibuku.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo