We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Enochlophobia

Enochlophobia

  • WpView
    Reads 263
  • WpVote
    Votes 52
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 29, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Dunia butuh yang istimewa agar yang biasa-biasa saja tetap ada. "Kata orang Aku ini aneh. Bahkan, Mama juga bilang begitu. Aku selalu pusing kalau berada di tengah keramaian. Aku suka tidak percaya diri. Bagaimana tidak? Teman-temanku yang lain bisa mengikuti berbagai organisasi dan ekskul di sekolah, tetapi Aku tidak. Aku ingin seperti yang lain," ujar Salma di depan kamera miliknya yang baru saja ia gunakan untuk merekam dirinya. "Salma! Ayo bantu Mama! Di bawah ada arisan, Mama pusing," omel Sarah. "Turun? Salma tidak bisa, Ma. Mama 'kan tahu sendiri kalau Salma itu pho-" "Mama nggak peduli!" hardik Sarah. Begitulah sepenggal kehidupan Salma. Terlalu sunyi untuk bisa dinikmati. Andai saja kebisuan itu bisa lenyap, pasti hidup Salma akan bermakna. Ikan teri makan ikan hiu Siapapun kamu, tetap thank you.
All Rights Reserved
#1
wattyid
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Arkrasiv ☑️
  • K I N G [Completed]
  • A Symphony of life
  • As Time Allows
  • Tak Berarti (SLOW UPDATE)
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • GREENSTA [END]
  • Choices
  • CLOSER
  • JAM 3 SORE

Tentang perjuangan untuk mendapatkan, namun yang pada akhirnya dia lepaskan. Krasiva benci peduli dan percaya pada orang lain. Lalu Arkara datang, mengubah yang asing menjadi biasa. Namun sayang, hal biasa tadi kemudian berubah lagi menjadi asing. Krasiva kembali benci untuk peduli dan percaya. *** Tadinya aku pikir kehadirannya akan menyembuhkan luka pada hatiku --ah, setidaknya aku berharap kau bisa mengurangi sedikit saja rasa perihnya. Awalnya memang begitu. Kamu berlagak seperti orang paling mengerti. Namun ketika aku mencoba membuka hati, kamu hilangkan semua. Aku ditinggal ditengah jalan. Dengan segenap rasa pada hatiku yang kini telah mengembang untukmu. Akhirnya aku sendiri lagi. -Krasiva Anastasya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines