BLACK ROSES

BLACK ROSES

  • WpView
    Reads 358
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 2, 2020
- WARNING - Akan banyak adegan dewasa dan kekerasan 'Tidak ada yang bisa keluar dari genggamanku nona, Kamu sendirilah yang menyerahkan takdirmu padaku' ujar Alvaro Clement Benedict dengan suara sinisnya sambil menatap wanita yang berada didepannya. Wanita yang tengah terduduk di sebuah kursi dengan tangan dan kaki terikat terlihat menatap alvaro dengan pandangan penuh kebencian. 'Aku akan menghancurkan mu Mr. Benedict' ujar Alice dengan suara dingin dan kejam. alvaro pun menaikan sebelah alisnya dan tertawa sinis, Dia pun mendekati Alice dan mencengkram rahangnya dengan keras. 'Sudah mau mati masih belagu heh?' ujar Alvaro sambil melempar wajah alice ke sebelah kanan. alice pun mengepalkan tangannya sambil menatap alvaro. 'Akan ku balas semua dendam kedua orang tuaku alvaro' ujar Alice dengan suara penuh dendam. Cerita akan di upload 2 kali dalam seminggu dikarenakan tugas kuliah yang sangat menumpuk, Harap di maklumi semuanya❤
All Rights Reserved
#476
kekerasan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unpredictable Love
  • 𝐍𝐎𝐓𝐇𝐈𝐍𝐆 𝐅𝐋𝐎𝐖𝐄𝐑 { 𝐂𝐎𝐌𝐏𝐋𝐄𝐓𝐄𝐃 }
  • Kesalahan Terindah (TAMAT)
  • TACENDA [HiraetH] Revisi
  • Not Strangers [21+] END
  • Get Married For (Our) Baby
  • Dalam Dekap Jack
  • Dangerous Love | COMPLETED
  • NO! Pregnant With You [ SUDAH TERBIT ] Baca di DREAME
  • When Devil Meet His Destiny [𝙏𝙖𝙢𝙖𝙩]

WARNING: Beberapa chapter terdapat adegan dewasa. Harap lebih bijak dalam membaca. Lili, hanya seorang gadis sederhana yang manis dan pendiam, tidak memiliki riwayat pacaran. Meskipun begitu, ibu nya selalu menyuruhnya untuk segera mendapatkan kekasih. Namun Lili terlalu pemalu, dia sama sekali tidak memiliki keberanian untuk mendekati pria. Dan entah bagaimana, seorang pria mulai mengganggunya. ----------------------------------------- Rendra tertawa kecil, suaranya terdengar berat dan penuh godaan. "Jika kamu yang berinisiatif menciumku, aku akan pergi." Lili menggigit bibirnya, tangannya gemetar hebat. Matanya yang basah oleh air mata menatap Rendra dengan gugup dan takut. Hening sejenak. Napasnya tersengal ketika ia akhirnya mengumpulkan keberanian, mengangkat sedikit tubuhnya, lalu berjinjit untuk mengecup pipi pria itu. Namun, sebelum bibirnya sempat menyentuh kulitnya, Rendra sudah lebih dulu meraih tengkuknya, menariknya erat ke dalam dekapannya. Tanpa memberi kesempatan untuk mundur, ia menuntut lebih menyapu bibirnya dengan ciuman yang panas dan mendalam. Suara Rendra terdengar serak di antara napas yang memburu. "Bagaimana mungkin aku bisa melepaskanmu setelah dirimu sendiri yang memberikannya padaku, hm?" ---------------------------------------

More details
WpActionLinkContent Guidelines