BLACK ROSES

BLACK ROSES

  • WpView
    Reads 358
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 2, 2020
- WARNING - Akan banyak adegan dewasa dan kekerasan 'Tidak ada yang bisa keluar dari genggamanku nona, Kamu sendirilah yang menyerahkan takdirmu padaku' ujar Alvaro Clement Benedict dengan suara sinisnya sambil menatap wanita yang berada didepannya. Wanita yang tengah terduduk di sebuah kursi dengan tangan dan kaki terikat terlihat menatap alvaro dengan pandangan penuh kebencian. 'Aku akan menghancurkan mu Mr. Benedict' ujar Alice dengan suara dingin dan kejam. alvaro pun menaikan sebelah alisnya dan tertawa sinis, Dia pun mendekati Alice dan mencengkram rahangnya dengan keras. 'Sudah mau mati masih belagu heh?' ujar Alvaro sambil melempar wajah alice ke sebelah kanan. alice pun mengepalkan tangannya sambil menatap alvaro. 'Akan ku balas semua dendam kedua orang tuaku alvaro' ujar Alice dengan suara penuh dendam. Cerita akan di upload 2 kali dalam seminggu dikarenakan tugas kuliah yang sangat menumpuk, Harap di maklumi semuanya❤
All Rights Reserved
#476
kekerasan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Toxic Relationship
  • TACENDA [HiraetH] Revisi
  • Kesalahan Terindah (TAMAT)
  • The Pain
  • Dangerous Love | COMPLETED
  • Dalam Dekap Jack
  • Get Married For (Our) Baby
  • Not Strangers [21+] END
  • Unpredictable Love
  • STARTING TO GET OBSESSED

Di dalam hubungan ini, hanya ada aku dan rasa kesal mu *** "Menurutlah Nona, mungkin Tuan akan berbaik hati dengan meringankan hukuman mu," ucap Pria yang sama. Tidak mungkin! Dia Kris, tangan kanan dari seseorang yang Kaluna benci dan secara bersamaan juga ia cintai. "Apakah kau bisa menjamin Kris, bahwa ucapanmu benar?" tanya Kaluna dengan datar. Kris terdiam. "Kau bahkan tidak bisa menjamin dirimu sendiri akan selamat darinya jika tidak berhasil membawaku pulang bukan?" tanya Kaluna lagi dan Kris tetap tidak beraksi. Kaluna mendengguskan napasnya. Kaluna berjalan mendekat ke Kris, sebelah tangannya ia masukkan ke kantong celana yang ia pakai. Berhenti tepat di depan Kris, ia melirik ke arah belakang Kris, dimana beberapa anak buahnya berdiri. "Ada 4," batin Kaluna. Kembali memusatkan pandangan ke arah Kris. "Kau terlalu setia Kris, bagaimana jika kau bilang pada Tuan mu bahwa aku di temukan meninggal dunia? Kau tidak akan kena hukuman, begitu juga aku. Kau bisa mengambil jasad seseorang yang sudah rusak, anggap saja itu diriku. Selesai!" Kaluna mencoba menawarkan kerja sama. Kris terdiam, "Nona, kau tau bukan bahwa Tuan bisa mendengar semua ucapanmu saat ini." Kaluna melirik earphone yang terletak di telinga kiri Kris. "Sial!" umpat Kaluna. *** Kaluna tidak pernah tahu. Dari tangan yang pernah menyelamatkannya, datang genggaman yang tak akan pernah melepaskannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines