Arthalla : 1095 Days

Arthalla : 1095 Days

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 20, 2021
Dulu aku pernah berfikir, emang jaman sekarang masih ada perjodohan? Apakah seru dan romantis seperti novel yang ku baca dengan Ocha? Atau malah menyakitkan? Hingga akhirnya aku terpaksa menyelesaikan hubunganku dengan Roy yang bertahun tahun terjebak "abang adek zone" dan berpacaran sejak lima tahun terakhir karena perjodohan. Hidup memang tak seindah di novel romansa favorit ku dan Ocha. --- "Dulu kamu pernah tanya, bagaimana cara membalas budi om kan? Cara nya kamu harus melespaskan Roy ya, buat Angel. Kamu paham kan Thalla?" Ferdo. "Hubungan kamu dan Roy sudah selesai kan? Jangan buat malu, kamu harus paham!" Tio. --- Kalimat itu terus ada di benakku, entah bagaimana harus melupakannya. Restu adalah hal terpenting dalam sebuah hubungan. Tidak hanya mereka, bahkan dunia pun gak terima kita bersama, tapi aku lebih gak terima kita berpisah. Apa boleh buat, aku tidak punya hak atas hidup mu. Selamat ya, jaga dia, dia anak yang baik. -Arthalla"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senior High Love
  • Vericha Aflyn ✔️
  • dimana janji tersebut
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • CLAUSTRUM || End✓
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • Eliinaa
  • Tentang RASA [On Going]
  • Be with you

Mungkin ini klise. Sangat klise. Perjodohan saat SMA, apa itu wajar? Demi mama dan papa aku menyetujui perjodohan itu. Tapi seorang dari masa laluku kembali, cinta pertamaku, sahabat pertamaku. - Tyara Ziany Ananta Bukan hal yang mudah bagiku untuk menyukai perempuan, bukan seperti yang kalian pikirkan, aku hanya tak bisa berpaling dari adik kelas yang aku temui saat menjadi panitia MOS SMP dan kini kembali dipertemukan sebagai orang yang akan dijodohkan denganku. Apakah aku harus senang? - Reynald Ferdian Prayoga

More details
WpActionLinkContent Guidelines