Surat Berbayang Rindu

Surat Berbayang Rindu

  • WpView
    LECTURAS 37
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, oct 2, 2020
Jika berbicara mengenai Cinta Pertama... Hanya akan ada satu orang yang terlintas didalam benakku. Yaitu Ayahku... Cinta yang takkan pernah habis meskipun waktu berlalu. Cerita ini diikutsertakan dalam kontes yang diselenggarakan oleh @YAIndo bertajuk "Surat untuk Cinta Pertama"
Todos los derechos reservados
#10
cintaayah
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Gone Love.-vrene
  • Pacar
  • Ajay Sang Penulis
  • Kumpulan Puisi Inspiratif
  • You and Our Memories
  • Ruang Kosong di Antara Jingga
  • MY HAPPINESS MAFIA
  • | About You |
  • RUMPANG RAMPUNG

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido